Liburan, Inflasi Bakal Melonjak

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya Survei Perkiraan Harga (SPH) Bank Indonesia pada minggu pertama Desember mencatat inflasi sebesar 0,3 persen dinilai masih masuk dalam kategori normal. Justru yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya lonjakan inflasi pada bulan Desember.

Hal itu dikarenakan adanya event natal dan tahun baru serta liburan sekolah yang sudah dimulai pertengahan Desember. “Selama ini adanya kenaikan harga yang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Meningkatkan permintaan masyarakat untuk merayakan momentum Natal dan Tahun Baru terkadang menjadikan mereka kurang selektif. Akibatnya bisa mempengaruhi angka inflasi,” kata Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Dr Y Sri Susilo MSi di Yogyakarta, Minggu (9/12).

Meskipun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Natal dan Tahun Baru jumlah pasokannya sudah ditambah, namun karena terjadi lonjakan permintaan di masyarakat berdampak pada kenaikan harga. Apalagi momentum Natal dan Tahun Baru kali ini bersamaan dengan libur sekolah. “Natal, Tahun Baru dan liburan sekolah sudah menjadi siklus tahunan, seperti halnya bulan puasa dan lebaran. Biasanya untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, pemerintah sudah melakukan antisipasi," kata Sri Susilo.

Sementara Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY Budi Hanoto mengatakan, terjaganya inflasi di DIY dipengaruhi beberapa faktor, yaitu tekanan administered prices relatif stabil sepanjang 2018 dan terjaganya inflasi pangan di DIY menjadi kunci stabilitas inflasi DIY. “Diperkirakan hingga akhir tahun 2018 inflasi DIY akan tetap rendah dan stabil, berada pada sasaran inflasi,” ujarnya. (Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI