Limbah Langsung Dibuang ke Sungai Picu Peningkatan E-Coli

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kendati sudah kerap diberikan imbauan, namun pembuangan limbah rumah tangga ke sungai masih marak terjadi di Kota Yogya. Terutama limbah yang berasal dari toilet serta cuci kakus dari rumah tangga melalui pipa yang berujung ke sungai.

”Kami menyebut pipa-pipa itu dengan ‘meriam’ karena memang dampaknya bisa membahayakan lingkungan,” tandas Kepala Seksi Pengelolaan Pemantauan Lingkungan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Peter Lawoasal.

DLH Kota Yogya sudah melakukan pendataan terhadap ‘meriam-meriam’ di sepanjang sungai yang menjadi media pembuangan limbah secara langsung. Lokasi paling banyak terjadi di sepanjang Kali Manunggal.

Meski merupakan sungai kecil, namun banyak terdapat permukiman serta pondokan yang keberadaannya berhimpitan dengan Kali Manunggal. Menurutnya, petugas kebersihan sungai kerap menjadi saksi mata atas masih banyaknya warga yang membuang limbah rumah tangga secara langsung ke sungai.

Padahal, pihaknya juga kerap memberikan sosialisasi dan menegur warga yang membuang limbah secara langsung ke sungai. Meski disarankan agar membuat septic tank, namun warga selalu beralasan tidak memiliki lahan yang mencukupi.

Alasan tidak memiliki lahan untuk septic tank sebenarnya kurang dapat dimaklumi. Hal ini lantaran ketika memiliki kesadaran, maka septic tank dapat dibangun di bawah ruang tamu atau lokasi lain di kawasan rumahnya.

”Memang petugas kebersihan sungai setiap hari harus berhadapan dengan sampah. Tapi alangkah baiknya jika warga memiliki kesadaran. Limbah rumah tangga jangan langsung dibuang ke sungai, namun diolah terlebih dahulu supaya tidak mencemari,” imbuhnya.

Peter menjelaskan, jika pembuangan limbah secara langsung ke sungai tetap dilakukan, maka dikhawatirkan tingkat pencemarannya akan semakin tinggi. Hal ini juga berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan. Bahkan bakteri e-coli otomatis akan meningkat.

”Selain menegur, kami juga koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Ada beberapa lokasi yang dilengkapi dengan biofil agar limbah tidak langsung dibuang ke sungai. Kami juga berharap, meski sudah ada undang-undang, namun perlu regulasi daerah agar tidak ada lagi limbah di sungai,” urainya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI