Lockdown Jogja Viral! PHRI Minta Pemda Kaji Ulang

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Pelaku industri pariwisata di DIY khususnya perhotelan dan restoran yang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta rencana lockdown bisa dikaji kembali dan mencari solusi opsi terbaik lainnya. Sebab industri pariwisata akan kembali terpuruk apabila wacana kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan di DIY.

Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang difokuskan ke desa-desa atau kampung di DIY harus dikuatkan. Sebab tinginya lonjakan kasus Covid-19 di DIY saat ini didominasi karena klaster kegiatan sosial dan klaster keluarga.

“Rasanya perjuangan kami sia-sia untuk bangkit mumulihkan industri pariwisata jika akhirnya kebijakan lockdown benar-benar diberlakukan di DIY nantinya. Kami sudah pasrah, tetapi setidaknya PHRI setidaknya dilibatkan dan bisa diminta pertimbangan agar ada solusi yang baik,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (18/6).

Deddy menyatakan apabila rencana tersebut benar-benar diterapkan di DIY maka perekonomian akan kembali terhambat. Pihaknya sangat menyangangkan jika sampai hal tersebut terjadi karena kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dan mendadak.
“Jangan sampai ekonomi kita terhambat lagi karena kebijakan pemerintah yang berubah termasuk rencana menutup DIY. Seharusnya ada solusi yang lebih baik dengan lebih memperketat protokol kesehatan, ini adalah kunci agar kesehatan dan ekonomi bisa berjalan sejalan,” tegasnya.

Menurutnya, apabila kebijakan lockdown tersebut menjadi pilihan terakhir yang bakal diterapkan, maka pemerintah harus bisa memberikan solusi bagi pelaku usaha dan industri terutama agar tetap bisa bertahan dalam membiayai operasional masing-masing. Sehingga, PHRI DIY sangat berharap ada solusi yang terbaik disamping kebijakann lockdown tersebut.

BERITA REKOMENDASI