Lomba E-Nordik, Dono Suryanto Mampu Tempuh Jarak 50 Km

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Pusat menyelenggarakan lomba E-Nordik (virtual nordik), 28 Oktober-10 November 2020. Dono Suryanto (65), anggota KJNI Jakarta mampu menempuh rute sejauh 50 kilometer berjalan nordik (pakai tongkat nordik) mengelilingi Kota Yogyakarta dalam satu hari, Senin (9/11/2020). Untuk sementara, capaian Dono ini yang terjauh, karena telah melampui catatan terjauh sebelumnya 43 Km.

Ketua KJNI Jakarta Nova Daryanto berharap capaian Dono ini menjadi yang terjauh sampai berakhirnya lomba, sehingga menjadi pemenang E-Nordik 2020. “Saya optimis Dono bisa menempuh 50 Km bahkan lebih. Diharapkan ini menjadi yang terjauh,” terang Nova kepada KRJOGJA.com di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta saat mengawal Dono berjalan nordik didampingi Ketua KJNI Jogja Istimewa, Lukman Kudonarpodo.

Menurut Nova, E-Nordik diikuti tak kurang 200 peserta dari berbagai kota seperti Surabaya, Yogya, Semarang, Jabodetabek, bahkan ada peserta dari California AS dan Canada. Ada tiga kategori lomba yaitu 10 Km, 20 Km dan 42,195 Km (marathon). Capaian peserta merupakan akumulasi jarak selama 14 hari lomba. Misalnya untuk kategori 10 Km, maka peserta cukup menempuh 720 meter per hari, jika tiap hari melakukan jalan nordik. “Bagi peserta yang berhasil menempuh jarak minimal yang telag ditentukan, diberi hadiah e-sertifikat dan masker KJNI, sedangkan juara mendapat piala,” katanya.

Dono mengaku, selain untuk mencatat jarak terjauh dalam E-Nordik 2020, motivasi lainnya untuk melatih daya tahan (endurance) melakukan jalan nordik, sembari bernostalgia menikmati suasana Kota Yogya. Untuk mencatat jarak tempuh, Dono memakai aplikasi Strava. “Semua terekam dalam aplikasi, saya tidak boleh lari karena akan kelihatan dalam aplikasi sehingga akan dianggap gugur. Jadi harus berjalan kaki,” katanya. Dono start dari Jalan Tamansiswa Yogyakarta pukul 04.00 WIB.

Lukman Kudonarpodo menyambut baik lomba E-Nordik yang menjadi penyemangat tetap berolahraga jalan nordik di tengah pandemi. Selain itu menjadi wahana sosialisasi olahraga jalan nordik ke masyarakat. “Jalan nordik dapat melatih 90% otot tubuh bagian kaki, pinggang, perut, punggung, bahu dan leher. Jalan nordik ini nilai aerobiknya 2 kali lipat dibanding jalan kaki biasa serta lebih besar membakar kalori,” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI