Lonjakan Kasus DB Berpotensi Terjadi Desember

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Terhitung sejak Juli hingga saat ini, kasus demam berdarah (DB) terjadi penurunan yang cukup signifikan. Meski demikian, memasuki Desember berpotensi terjadi lonjakan kasus. Warga pun diimbau melakukan upaya pencegahan sejak dini.

Menurut Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogya Endang Sri Rahayu, beberapa bulan ini lama terjadi penurunan kasus demam berdarah. Salah satunya akibat musim kemarau yang berkepanjangan. "Tahun lalu Oktober itu kasusnya meningkat, namun tahun ini masih rendah karena belum hujan," tandasnya.

Baca juga :

Anggota ASEAN Bahas Kerangka Kualifikasi Bersama
Pendidikan Indonesia Diharapkan Setara dengan ASEAN

Turunnya musim hujan diprediksi pada awal November. Sehingga mulai akhir November hingga Desember, ada potensi peningkatan kasus demam berdarah. Kondisi tersebut juga kerap terjadi setiap tahun saat siklus musim hujan tiba.

Total kasus demam berdarah sejak Januari hingga pekan kemarin tercatat 444 kasus. Satu orang penderita meninggaldunia yang terjadi pada Februari lalu. Sebagian besar kasus demam berdarah terjadi di Kecamatan Umbulharjo dan Gondokusuman karena wilayahnya yang sangat luas.

"Saat ini ada kasus, namun tidak sporadis. Sejak Juli hingga September, kami hanya melakukan fogging sekali dalam sebulan. Sedangkan Oktober ini sekitar tiga kali, karena kasusnya sedikit," imbuhnya.

Endang menambahkan, upaya pencegahan yang paling mudah ialah dengan menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Halaman rumah maupun lingkungan yang berpotensi terjadi genangan air, harus mulai dibersihkan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI