Luas Panen dan Produksi Padi DIY Menyusut

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fenomena La Nina berdampak penurunan luas panen dan produksi padi di DIY pada 2020 seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Kondisi curah hujan pada akhir 2020 berdampak kurang baik terhadap kondisi pertanaman sehingga berpotensi menurunkan luas panen di DIY sepanjang Januari hingga April 2021.

“Luas panen padi sebesar 110,55 ribu hektar dengan produksi sebesar 523,40 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) di DIY pada 2020. Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras mencapai 295,77 ribu ton di DIY pada tahun lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto MSi.

Sugeng menyampaikan luas panen padi di DIY pada 2020 sebesar 110,55 ribu hektar, mengalami penurunan sebanyak 929 hektar atau 0,83 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 111,48 ribu hektar. Sedangkan produksi padi di DIY pada 2020 sebesar 523,40 ribu ton GKG yang mengalami penurunan sebanyak 10,08 ribu ton atau 1,89 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 533,48 ribu ton GKG.

“Jika dilihat menurut subround, terjadi peningkatan produksi padi di DIY pada subround Mei hingga Agustus dan September hingga Desember 2020, yaitu masing-masing sebesar 10,85 ribu ton GKG atau 6,49 persen dan 15,28 ribu ton GKG atau 28,32 persen dibandingkan 2019. Penurunan hanya terjadi pada subround Januari sampai April, yakni sebesar 36,21 ribu ton GKG atau 11,59 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras DIY pada 2020 sebesar 295,77 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 5,70 ribu ton atau 1,89 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 301,47 ribu ton. Potensi produksi padi pada subround Januari hingga April 2021 diperkirakan sebesar 277,88 ribu ton GKG yang naik sebanyak 1 790 ton atau 0,65 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 sebesar 276,09 ribu ton GKG.

“Produksi tanaman padi di DIY ditargetkan mampu mencapai sebesar 880 ribu ton pada 2021 ini. Untuk mengamankan produksi tanaman padi di DIY agar mampu mencapai target, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY telah menyiapkan beberapa langkah-langkah antisipasi dampak perubahan iklim (DPI) seperti gangguan cuaca La Nina saat ini guna mencegah terjadinya gagal panen atau puso sekaligus meminimalisir kerugian petani,” tutur Plt Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti.

Syam mengungkapkan target produksi tanaman padi di DIY tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 880.376 ton. Dari target produksi tanaman padi di DIY 2020 ini, realisasi produksinya mampu mencapai 848.504 ton pada 2020.

ihaknya pun telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dampak gangguan cuaca La Nina dengan curah hujan yang tinggi agar tidak mempengaruhi produksi tanaman pangan, khususnya padi di DIY. Upaya antisipasi tersebut antara lain melakukan pengamatan DPI secara dini dan intensif terutama di daerah rawan banjir di DIY dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi sumber air maupun saluran pengairan.

“Kita tingkatkan sosialisasi dan himbauan kepada petani agar ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi wilayah yang rawan banjir atau bencana lainnya. Memantau prakiraan cuaca via BMKG dan mengakses website litbang pertanian guna mengetahui kalender tanam terpadu sebagai pertimbangan bercocok tanam.Kami siapkan berbagai upaya antisipasi tersebut agar tidak mengganggu produksi tanaman pangan dan mencegah agar petani di DIY tidak mengalami kerugian,” imbuh Wakil Kepala DPKP DIY ini. (Ira)

BERITA REKOMENDASI