Luas Panen Padi DIY Turun

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Luas panen padi di DIY pada 2021 diperkirakan sebesar 108,462 ribu hektar yang mengalami penurunan sebanyak 2.086 hektar atau 1,89 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 110,548 ribu hektar. Produksi padi pada 2021 diperkirakan sebesar 565,032 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) yang mengalami kenaikan sebanyak 41,636 ribu ton GKG atau 7,96 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 523,396 ribu ton GKG.

“Jika potensi produksi padi pada 2021 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2021 diperkirakan sebesar 319,299 ribu ton. Dengan kata lain mengalami kenaikan sebanyak 23,529 ribu ton atau 7,96 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 295,771 ribu ton,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Selasa (09/11/2021).

Sugeng mengatakan berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA, terjadi pergeseran puncak panen padi pada 2021 dibandingkan 2020. Puncak panen padi pada 2021 terjadi pada Februari, sementara puncak panen pada 2020 terjadi pada April. Realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga September 2021 sebesar 97,781 ribu hektar yang mengalami penurunan 4.537 hektar atau 4,43 persen dibandingkan 2020 sebesar 102,318 hektar. Sementara itu, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 10,682 ribu hektar.

“Dengan demikian, total potensi luas panen padi pada 2021 diperkirakan mencapai 108,462 ribu hektar yang mengalami penurunan sekitar 2.086 hektar atau 1,89 persen dibandingkan 2020 sebesar 110,548 ribu hektar. Luas panen tertinggi pada 2021 terjadi pada Februari sebesar 24,21 ribu hektar, sementara luas panen terendah terjadi pada September sebesar 2,32 ribu hektar,” paparnya.

Produksi padi di DIY sepanjang Januari hingga September 2021 diperkirakan sekitar 505,675 ribu ton GKG yang mengalami peningkatan sekitar 27.773 ton GKG atau 5,81 persen dibandingkan 2020 sebesar 477,902 ribu ton GKG. Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 59,357 ribu ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2021 diperkirakan mencapai 565,032 ribu ton GKG yang mengalami kenaikan sebanyak 41.636 ton GKG atau 7,96 persen dibandingkan 2020 sebesar 523,396 ribu ton GKG.

“Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada Februari, yaitu sebesar 120,453 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada September, yaitu sebesar 12,81 ribu ton GKG. Berbeda dengan produksi pada 2021, produksi tertinggi pada 2020 terjadi pada April Kabupaten/kota dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 adalah Gunungkidul diikuti Bantul dan Sleman. Sementara itu, kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah adalah Kota Yogyakarta,” jelas Sugeng.

Kenaikan produksi padi yang paling besar pada 2021 terjadi di Bantul sebesar 24.570 ton. Sementara itu, penurunan produksi padi pada 2021 yang paling besar terjadi di Gunungkidul sebesar 8.109 ton. Potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 33,543 ribu ton beras. Dengan demikian, potensi produksi beras pada 2021 diperkirakan mencapai 319,299 ribu ton beras yang mengalami kenaikan sebesar 23.529 ton atau 7,96 persen dibandingkan produksi beras 2020 sebesar 295,771 ribu ton. (Ira)

BERITA REKOMENDASI