Lukisan Kuno HB VIII dan PB X Direstorasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Dua karya lukisan kuno koleksi Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta menjalani proses restorasi karena kondisinya mengalami beberapa kerusakan. Karya tersebut, yakni lukisan Sri Sultan HB VIII karya DJ Manadi tahun 1933 dan Sri Susuhunan Pakubuwana X karya Wignjosoewarno tahun 1935.

"Lukisan kuno tersebut merupakan koleksi Museum Sonobudoyo sejak awal berdiri. Karena kondisinya mengalami beberapa kerusakan, harus direstorasi dengan harapan mengembalikan pada keadaan semula yang prosesnya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Saat ini sudah berjalan satu bulan untuk restorasi ini," tutur Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Setyawan Sahli didampingi PPTK Museum Sonobudoyo Budi Husada dijumpai KR di Ruang Konservasi Museum Sonobudoyo Unit II Yogyakarta, Kamis (11/4).

Dijelaskan pria yang akrab disapa Iwan tersebut, proses restorasi ini melibatkan sejumlah pihak, seperti Arkeologi UGM dan konservator dari Museum Affandi. Diharapkan nantinya dua koleksi yang sangat tinggi nilai sejarahnya ini dapat diselamatkan dari kerusakan sehingga bisa kembali dipamerkan pada khalayak.

Sementara dijelaskan Painting Conservator Museum Affandi Selarti Venetsia Saraswati, berdasar observasi awal diketahui jika lukisan tersebut sejak awal pembuatannya tidak memakai vernis. Dengan demikian, hasil karya cenderung kering dan mudah rontok. "Seperti tidak ada proteksinya. Karena pengaruh waktu, cuaca hingga kelembaban, lukisan menjadi makin rapuh. Disebabkan tidak ada kerekatan yang baik antara cat dan kanvas," sebut Selarti. (Feb)

BERITA REKOMENDASI