Luncurkan Akun Resmi, BIN Pantau Media Sosial

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Inteligen Negara (BIN) meluncurkan akun media sosial resmi baru-baru ini. BIN pun memantau pergerakan arus informasi dan komunikasi di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Penggunaan media sosial saat ini terus menunjukkan tren kenaikan, khususnya selama masa pandemik Covid-19. Berdasarkan riset dari konsultan Kantar, media sosial seperti WhatsApp dan Instagram melonjak hingga 40 persen di seluruh dunia.

Kenaikan ini disebabkan banyaknya orang yang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi karena ada karantina wilayah guna mencegah penularan Covid-19. Fenomena ini menjadi cermin adanya ketergantungan masyarakat dengan media sosial.

Lonjakan penggunaan media sosial dinilai mengubah pola komunikasi menjadi semakin intensif dan cepat. Namun di sisi lain, media sosial telah menimbulkan sejumlah persoalan seperti sarana propaganda paham radikal, penyebaran konten pornografi, kabar bohong, ujaran kebencian hingga munculnya akun palsu yang mengatasnamakan institusi negara.

“Akibatnya, masyarakat rentan terpapar informasi keliru, sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berujung pada konflik. Inilah yang melandasi kehadiran BIN di ranah media sosial dengan melaunching beberapa akun resminya yaitu binofficial_ri (Instagram), binofficial_ri (Twitter), dan binofficial.ri (Facebook),” ungkap Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto melalui rilis tertulis, Rabu (1/7/2020).

Peluncuran media sosial resmi BIN merupakan penjabaran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, namun dengan tetap menekankan pentingnya kerahasiaan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara. “Kami berharap bisa lebih dekat memahami kalangan milenial yang ada di media sosial dan menciptakan ruang publik positif,” imbuhnya.

BIN mengajak masyarakat untuk terus menggunakan media sosial secara cerdas dan bijak. Dalam hal ini, masyarakat diharapkan mampu mengunggah konten-konten positif sesuai nilai-nilai luhur Pancasila, ikut menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme. Warganet juga diimbau untuk tetap menjaga keamanan privasi akun dengan menggunakan media sosial secara bijak dan terukur guna menghindari ketergantungan yang rentan berdampak pada gangguan kesehatan mental. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI