Macapat Sebagai Sarana Dakwah Kultural

Editor: KRjogja/Gus

LANTUNAN tembang-tembang Jawa yang terangkum dalam macapat mengalun indah dari bibir anak-anak muda. Bukan hanya sekedar ngembang Jawa. Mereka juga mengenakan busaja Jawa jangkep. Bahkan sesekali mereka 'laku dodok' untuk menuju tempat yang disiapkan bagi mereka.

Hal tersebut yang tercermin dari pelaksanaan Olimpiade Budaya Jawa (OBJ) 2016 kategori Lomba Macapat yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, Senin (19/9). Rangkaian perlombaan seni budaya serta olahraga Jawa masih akan berlangsung hingga Rabu (21/9) mendatang di beberapa lokasi berbeda.

"Melalui kegiatan ini, khususnya Lomba Macapat kami ingin mengetahui seberapa kemampuan anak-anak siswa/siswi sekolah maupun madrasah Muhammadiyah dalam menerima pelajaran macapat. Selain itu tentu sebagai upaya melestarikan macapatan yang saat ini cenderung ditinggalkan, khususnya oleh generasi muda," tutur Ketua OC Bidang Perlombaan KRT Akhir Lusono SSn MM dijumpai KR

sela kegiatan.

Menurutnya, setelah melalui tahapan perlombaan kemampuan peserta mulai tingkat SD, SMP dan SMA cukup bagus. Mereka mampu membawakan cakepan

macapat dengan baik kendati tetap harus ada penyempurnaan. Namun begitu hasil ini dikatakannya sudah bagus dan menjadi dasar untuk melaksanakan kegiatan serupa lebih baik di waktu mendatang. "Macapat juga bisa dijadikan sebagai sarana dakwah karena bisa dimasukkan pesan-pesan dalam tembangnya. Hal ini tentu juga wujud dakwah kultural yang saat ini terus digelorakan," ucap Akhir.

Selain Lomba Macapat, dalam waktu bersamaan juga diadakan Lomba Dagelan Mataram di lokasi berbeda. Harapannya akan lahir generasi-generasi lawakan cerdas di Yogya yang mampu membawakan materi dengan baik sambil syiar keagamaan sebagai tuntunan bagi masyarakat. Sementara untuk Selasa (20/9) ini masih akan ada beberapa kegiatan lain yang digelar, seperti Lomba Cerdas Cermat Budaya Jawa, Lomba Tari Jawa dan lainnya. Sedang Rabu (21/9) akan ada Lomba Geguritan, Karawitan, Dolanan Egrang, Dolanan Gasingan, Gobagsodor, Jemparingan dan lainnya. (R-7)

 

BERITA REKOMENDASI