Madrasah DIY Optimis Jadi ‘Finlandia-nya Indonesia’, Ini Alasannya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Madrasah di DIY memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Bahkan, bukan tidak mungkin menyulap madrasah yang ada sehingga mampu menjadi ‘Finlandia-nya Indonesia’ sebagai pusat pendidikan madrasah terbaik.

Hal tersebut secara gamblang diungkapkan Direktur Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI Dr Ahmad Umar MA dalam Focus Group Discussion (FGD) 'Quo Vadis Madrasah' yang digelar Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY di Prime Plaza Hotel Jalan Afandi Yogyakarta, Sabtu (31/03).

“Selain menjadi barometer, madrasah di DIY harus siap menjadi tempat bertanya dan rujukan madrasah unggulan seluruh Indonesia,” tandas Ahmad Umar.

Menurut Ahmad Umar, target 'Finlandia-nya Indonesia' ini bukanlah sesuatu yang main-main. Seperti diketahui, Finlandia saat ini memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

Umar menandaskan, madrasah kini terbukti mempunyai marwah dan harga diri karena prestasi yang terus diukir. Selain itu, slogan 'Madrasah Hebat Bermartabat' menandaskan siswa/siswi madrasah yang hadir di kelas memiliki potensi hebat.

”Tinggal bagaimana stakeholder madrasah memoles potensi kehebatan tersebut. Tiap siswa tentu memiliki karakteristik yang berbeda untuk dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Potensi ini ditegaskan Umar sangat penting untuk dikembangkan. mengingat pada 2035 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan melimpahnya usia muda di negara ini.

“Puncaknya pada 2045 atau satu abad kemerdekaan sekaligus menyongsong Indonesia Emas. Sebab itulah generasi mendatang harus dipersiapkan sebaik mungkin sejak saat ini," papar Umar.

Sementara Kakanwil Kemenag DIY, Lutfi Hamid menyampaikan, ada tiga aspek yang dibahas dalam kegiatan tersebut, yakni Penguatan Sumber Daya Manusia, Desain Kurikulum dan Performa Madrasah. “Ketiga hal itu kunci utama menuju target yang dicanangkan Direktorat KSKK, yakni madrasah DIY sebagai Finlandia-nya Indonesia,” tegas Lutfi Hamid.

Mantan Kepala Kankemenag Sleman tersebut juga mengatakan, melalui kegiatan ini dapat mendorong peserta FGD. Peserta yang hadir dalam acara ini berjumlah 30 orang, terdiri dari kelompok kerja kepala dan pengawas madrasah, Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) dan Guru Berprestasi. FGD ini dipandu Kabag TU Edhi Gunawan dan Kabid Pendidikan Madrasah, Nadhif. (Feb)

 

BERITA REKOMENDASI