Maharani Khan Jade, Terkenal di YouTube Berkat Puisi

Editor: Ivan Aditya

PADA masa pandemi ini, banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Dan seharusnya begitu. Demi menghindari penyebaran virus korona.

“Sebenarnya selama pandemi ini cukup melakukan hal-hal yang mudah dan bisa dilakukan di rumah. Tidak perlu membuat movement besar. Cukup untuk diri sendiri dan sekitar. Insya Allah akan lebih bermakna,” kata Maharani Khan Jade, remaja yang mendalami puisi, seni peran, dan modeling.

Bila untuk tetap eksis, banyak aplikasi yang bisa membantu mempublikasikan karya. “Jadi nggak perlu bingung-bingung lagi,” papar Jade.

Kemampuan Jade membaca puisi terakui. Berkali gadis kelahiran 18 Maret 1995 ini digamit di berbagai acara, diminta membaca puisi. Baik puisi sendiri, maupun karya orang lain. Salah satu penampilannya bisa dilihat di kanal YouTube: Maharani Khan Jade. Ia membaca puisi ‘Kamarku Tak Lagi Menjadi Kamar’ karya Rabu Pagisyahbana.

Puisi bagi Jade kebutuhan batin. Sebuah keindahan yang berdaya guna dalam kehidupan. Penyuka mi instan pedas Korea ini mendalami puisi. Jade asisten pengajar kelas sastra anak Art For Children di Taman Budaya Yogyakarta. Melatih anak membaca dan menulis puisi.

“Agar lebih peka dan memiliki empati matang sejak dini. Selain itu, menulis dan membaca bisa membantu anak menambah wawasan dan kosakata kebahasaannya. Bila dilakukan terus-menerus, secara tidak sadar anak-anak juga bisa memiliki kebiasaan baik dalam bertutur kata,” terang Jade.

Selain puisi, Jade juga suka seni peran. Meski tak bercita-cita serius di bidang tersebut, Jade menikmati. Beberapa kali membantu teman bikin film. “Biasanya komunitas film. Kalau ada teman minta tolong jadi pemain, siap bantu,” papar warga Tamanan Bantul Yogyakarta itu.

Bakat lain, Jade juga model pemotretan. “Namun sebatas bantu teman. Misal ada yang butuh model buat pemotretan buat butiknya,” ungkap Jade yang mengenakan busana Simply Amelie saat difoto untuk KRJOGJA.com.

Sebagai anak muda, Jade merasa perlu berani dan percaya diri. Dua hal tersebut merupakan faktor utama eksis. “Tentunya harus kreatif dan bermanfaat. Jangan sampai kita eksis tapi tidak ada manfaatnya sama sekali,” tandasnya.Maharani Khan Jade. (Foto : Latief ENR)

BERITA REKOMENDASI