Mahasiswa Asing Belajar Bahasa untuk Promosikan Indonesia

YOGYA (KRjogja.com) – Meski sedikit terbata-bata menggunakan Bahasa Indonesia, 4 mahasiswa asing antusias untuk bertanya tentang sejarah Kedaulatan Rakyat. Mereka memilih Yogyakarta karena sebagai miniatur Indonesia ada banyak yang bisa dipelajari.

Menurut Ketua Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Jogja Drs Suharsono MHum yang juga dosen UGM, sampai saat ini ada 16 lembaga penyelenggara program pengajaran BIPA di Yogyakarta. Terdiri 10 lembaga di bawah universitas dan 6 lembaga dikelola swasta dalam bentuk lembaga kursus dan pelatihan.

Salah satu siswa asing yang belajar di Puri Bahasa Indonesia, Alexander mengaku beberapa kali berkunjung ke Indonesia. "Saya sering ke Indonesia. Tetapi kali ini saya belajar di Puri Bahasa untuk memperdalam Bahasa Indonesia. Karena nantinya saya akan mengajar Bahasa Indonesia di tempat asal saya di Belanda," ujarnya.

Selain Alexander, juga ada Stef Kas, Aliona Gushchina serta Abdoulayr Fane mahasiswa pascasarja yang juga ikut bertanya soal sejarah atau tujuan dari surat kabar ini didirikan. Para mahasiswa asing ini adalah sebagian dari mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi atau lembaga bahasa Indonesia dan bahasa asing.

Sepulang dari Yogya mereka akan kembali ke negara asalnya, diharapkan mereka bisa jadi agen promosi industri pariwisata atau budaya yang ada di Yogyakarta. Jadi bisa mensyiarkan Yogya di dunia. Mereka juga memilih belajar di Yogya karena kota ini adalah miniatur Indonesia," jelas Suharsono. (Adk)

BERITA REKOMENDASI