Mahasiswa Pertanian UST Akan Teliti Pupuk Hayati

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta terus meningkatkan kerja sama internasionalnya dengan universitas-universitas di luar negeri. Salah satunya kerja sama pertukaran pelajar dengan Pibulsongkram Rajabhat University Thailand.

Setelah sebelumnya UST menerima dua mahasiswa Fakultas Pertanian dari Pibulsongkram Rajabhat University untuk belajar selama 2 bulan, giliran UST mengirim mahasiswanya. Yaitu Wahid Sunandar, mahasiswa semester VII Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian yang akan belajar di Thailand selama 4 bulan (11 Desember 2018-11 April 2019). "Ini bisa dikatakan beasiswa karena seluruh biaya ditanggung oleh pihak Pibulsongkram Rajabhat University," terang Dosen Pembimbing Yacobus Sunaryo kepada KRJOGJA.com di Rektorat UST Yogyakarta, Senin (10/12/2018).

Menurut Yocobus, selain mengikuti perkuliahan di Pibulsongkram Rajabhat University, Wahid Sunandar juga akan melakukan penelitian biofertilizer atau pupuk hayati, karena sektor pertanian di Thailand cukup maju. Dijelaskan Yacobus, penelitian pupuk hayati perlu terus dilakukan, karena pupuk ini mengandung mikroorganisme hidup sehingga bisa mendorong pertumbuhan tanaman sekaligus memperbaiki kualitas tanah. "Banyak hal yang bisa dikembangkan lewat penelitian ini," ujarnya.

Wahid Sunandar mengaku senang mendapat beasiswa belajar di Thailand, apalagi ia sudah sedikit banyak mengenal budaya Thailand saat mendampingi 2 mahasiswa asal Thailand studi di UST. Menurutnya, tema penelitian pupuk hayati sengaja dipilih, karena dinilai prospeknya sangat bagus untuk dikembangkan kedepan. "Hasil penelitian ini akan dilanjutkan sebagai bahan tugas akhir skripsi," katanya. (Dev)

UST

BERITA REKOMENDASI