Mahasiswa Polbangtan Ditantang Mampu Produksi Pestisida Nabati

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) khususnya semester VII tengah melakukan praktikum pembuatan pestisida nabati dengan bahan aktif Metarhizium anisopliae. Berkaitan dengan mata kuliah rekayasa produk pertanian, materi ini bertujuan agar mahasiswa memiliki pengalaman dalam pembuatan pestisida hayati.

Praktikum dimulai dari pembuatan F0 hingga pembuatan F1. Pembuatan F0 dilakukan oleh mahasiswa dengan mengambil biakan dari larva kumbang badak yang telah diinjeksi dengan metarhizium sebelumnya. Kemudian, diambil bagian dari larva tersebut yang berkembang methariziumnya kemudian ditanam dimedia PDA. Pembuatan media PDA sendiri berasa dari ekstrak kentang.

Sebelum mengikuti praktikum, mahasiswa mendapatkan pembekalan materi dari dosen pengampu. Praktikum lebih banyak berdasarkan kreasi dari mahasiswa sendiri sehingga terjadi beberapa percobaan yang akhirnya dapat menghasilkan hasil yang tidak kontaminasi. Dimulai dari sterilisasi alat, injeksi larva, pembuatan media, inokulasi, dan pembuatan pestisida.

Seperti yang dilakukan hari ini, Rabu (23/1) mahasiswa ditantang untuk melakukan presentasi penghitungan spora. Mahasiswa yang ditunjuk kemudian memberikan penjelasan bagaimana cara menghitung jumlah spora yang ada. Tak lepas dari perhatian dosen, penyampaian materi ini tetap dibimbing oleh dosen pengampu.

Spora yang akan dihitung merupakan spora dari jamur trichoderma dan metarhizium anisopliae. Mahasiswa melakukan penghitungan dengan pengenceran yang kemudian dihitung dengan menggunakan alat yang disebut hemasitometer. Dosen memberikan contoh pengenceran pada setiap langkahnya yang dapat dilihat oleh Mahasiswa. kemudian, Mahasiswa melakukan sesuai dengan yang dicontohkan oleh dosen.

“Kejelian sangat diperlukan dalam melakukan penghitungan ini. Kemudian, mahasiswa juga harus pintar dalam menghitung dan mengkonversikan satuan. Jadi, kuliah di pertanian tidak melulu di lahan. Namun, kita memiliki bidang keilmuan yang patut untuk diketahui dan semoga berguna bagi diri sendiri dan petani kelak,” terang Isti Khamida salah seorang praktikan saat melakukan perhitungan spora. (*)

BERITA REKOMENDASI