Mahasiswa STPP Jurluhtan Yogyakarta jadi Asesor Kultur Jaringan Termuda

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Dalam menghadapi ekonomi global, perlu kesiapan Sumberdaya Manusia (SDM) yang handal dan berkompeten. Hal ini perlu pengembangan SDM, produktivitas kerja  dan daya saing Tenaga kerja dipasar global.

Oleh karena itu dipercepat dengan implementasi SKKNI (Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), melalui program pelatihan kerja berbasis kompetensi serta dilaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja, yang merupakan bentuk pengakuan formal terhadap kompetensi kerja yang dikuasai oleh  tenaga kerja yang berpengalaman.

Pusat Pelatihan Pertanian,  Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian yang merupakan lembaga sertifikasi profesi (LSP)  pertanian, adalah lembaga pendukung Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)  yang bertanggung jawab melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bidang pertanian.

Baru baru ini,  BNSP melakukan bimtek sertifikasi utk calon asesor kompetensi bidang pertanian.  Salah satu bidang kompetensi yang disiapkan adalah, asesor bidang kultur jaringan. 

Saat ini, secara nasional baru ada 3 asesor bidang kultur jaringan. Salah satu yang sudah lulus bimtek asesor kompetensi bidang kultur jaringan adalah, Renyta Septiana Hapsari yang merupakan mahasiswa STPP Magelang jurluhtan Yogyakarta.

Renyta yang juga ketua kelompok Kewirausahaan PWMP IOP (Indonesia Ornamental Plant)  STPP yogyakarta ini, merupakan asesor kultur jaringan termuda.

Menurut R. Hermawan, SP, MP, ketua Jurusan Penyuluhan Pertanian, kelompok IOP yang dipimpin oleh Renyta sudah melakukan penjajagan dan persiapan untuk eksport dan perijinan dengan didampingi Pembimbing eksternal praktisi kultur jaringan yaitu Ir. Pranowo.

"Menjadi asesor tidak semudah yang dibayangkan, perlu pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta komunikasi," kata  Pranowo.Oleh karena itu, dengan adanya kader muda yang bisa menjadi asesor, semoga bermunculan renyta renyta baru, dimasa yang akan datang. (*)

BERITA REKOMENDASI