Mahasiswa Tuntut Pemerintah Tangani Kasus HAM

YOGYA, KRJOGJA.COM – Puluhan mahasiswa memadati tugu sembari membentangkan poster dan berteriak lantang. Mereka adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial UNY yang melaksanakan aksi dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional yang jatuh pada 10 Desember. 

"Kami menuntut agar pemerintah lebih berfokus dalam menangani kasus-kasus HAM yang belum selesai.” ungkap Rafi Fadhilah (18), Humas Aksi kala ditemui di sekitar Tugu pada Selasa (10/12/2019).

Aksi yang diikuti oleh 80 mahasiswa ini berfokus pada isu-isu HAM terlebih mengenai kasus-kasus HAM yang belum selesai seperti Kasus Novel Baswedan, Politik Agraria, serta kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa. Mahasiswa ingin penanganan mengenai kasus-kasus HAM tersebut dapat terselesaikan dengan baik oleh pemerintah.

Rafi menambahkan, masyarakat saat ini perlu diyakinkan bahwa pemerintah juga menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pemerintah harus lebih serius dalam memerhatikan isu-isu HAM. Selain itu, pemerintah juga harus lebih terbuka dalam menangani kasus-kasus HAM. “Jangan ada yang ditutup-tutupi dari masyarakat.” imbuhnya.

Mengenai lokasi aksi, Tugu sengaja dipilih sebab tempat ini merupakan pusat kota jogja, dimana masyarakat berlalu-lalang setiap saat. Apalagi, tempat ini merupakan tempat dengan nilai historis tinggi, sehingga cocok sebagai tempat peringatan suatu hal

Aksi  ini merupakan salah satu rangkaian dari Pekan HAM UNY yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 21 Desember mendatang. Selain aksi demo, ada juga berbagai kegiatan lain yang diselenggarakan seperti bakti sosial, donor darah, serta talkshow inspiratif dengan pembicara dari LBHI Jakarta dan Eko Prasetyo dari Social Movement Institute. (Nico Faishal/KRAcademy)

BERITA REKOMENDASI