Mahasiswa UNY Ciptakan Media Pembelajaran Berbasis Audio

YOGYA, KRJOGJA.com – Mahasiswa UNY ciptakan media pembelajaran penanaman karakter budaya yaitu  media pembelajaran  Pop Up yang dapat digunakan oleh siswa Sekolah Dasar kelas 4 dengan berbasis audio. Kelompok terdiri dari Endah Istiqomah (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Hindun Nur Aisyah (PG-PAUD), dan Nur Milati (Pendidikan Teknik Mekatronika) ini mengembangkan media pembelajaran ini berasal dari permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh negara Indonesia. 

"Media pop up yang kami kembangkan berupaya menanamkan pembelajaran budaya dan mengenalkan kultur Indonesia yang sangat beragam kepada anak-anak,” ujar Endah selaku ketua kelompok. 

Hindun Nur Aisyah menyatakan bahwa nilai-nilai budaya seharusnya ditanamkan sejak dini pada anak-anak. “Oleh sebab itu, kami mengembangkan media pembelajaran pop up kebudayaan berbasis audio sensor cahaya sebagai salah satu langkah menanamkan karakter kebudayaan tersebut,” ujar Hindun,

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika yang bekerja sama dengan Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) pada tahun 2013 terdapat 633 kelompok suku besar yang terdiri dari subsuku dan sub-sub suku. Kemudian dalam studi lanjutan pada keanekaragaman data suku SP2010, yang dimana keanekaragaman diukur dengan Ethnic Fractionalize Index (EFI) dan Ethnic Polarized Index (EPOI) diperoleh EFI sebesar 0,81 dan EPOI sebesar 0,50. Tergambar bahwa Indonesia sangat heterogen/majemuk (www.bps.go.id). Mengenalkan budaya bangsa kepada anak akan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mencintai budaya bangsa (Hasan, 2015). 

Hal ini juga sesuai dan relevan dengan tujuan dari SDGs (Sustainable Development Goals). Melakukan dengan bertumpuan pada tujuan pendidikan nasional yaitu mewujudkan bangsa yang maju dan membangun karakter yang bermartabat. Hal ini didukung oleh UU No. 20 tahun 2003 Bab II, Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu hal penting yang digunakan untuk mendukung tercapainya pembelajaran yang efektif dan efisien. 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SD N Triharjo bahwa siswa belum diarahkan pada pendidikan yang bisa membentuk karakter anak melalui nilai- nilai budaya Indonesia, sehingga anak-anak memahami budaya hanya dalam konstek keindahan belum memahami arti penting dari kebudayaan itu sendiri. Padahal penanaman nilai-nilai budaya pada anak sejak dini sangat penting. 

Buku Pop Up Kebudayaan berbasis audio ini dilengkapi dengan sensor LDR sebagai inputan agar media buku ini bias secara otomatis mengeluarkan audio saat buku dibuka. Isi dari audio ini menyesuaikan dengan lagu daerah dari masing-masing daerah dan dilengkapi dengan penjelasan singkat terkait kebudayaan seperti filosofi dari rumah adat, baju adat, tarian, senjata dan makanan dari daerah tersebut.  (*) 

UNY

BERITA REKOMENDASI