Mahfud MD: Soal Film G30S/PKI Tak Perlu Dibesar-besarkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya anjuran untuk menonton pemutaran ulang film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi sampai mengungkit-ungkit masa lalu, mengingat film tersebut memiliki nilai yang cukup bagus. Kendati demikian bukan berarti dengan menonton film, seseorang akan bisa meluruskan sejarah. Karena hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan, mengingat setiap orang memiliki kesimpulan sendiri tentang film Pengkhianatan G30S/PKI.

"Saya kira masyarakat tidak perlu memperdebatkan anjuran untuk menonton film Pengkhianatan G30S/PKI. Karena yang perlu dilakukan bangsa Indonesia adalah menatap ke depan. Tanpa perlu mengungkit-ungkit luka lama, hanya untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Mahfud MD di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (25/9/2017).

Menurut Mahfud, dalam kondisi seperti sekarang, dirinya meminta agar bangsa Indonesia menatap ke depan dan tidak mengungkit masa lalu, termasuk tragedi 1965. Karena dengan memperdebatkan film Pengkhianatan G30S/PKI tidak akan  mendatangkan banyak manfaat. Hal itu dikarenakan setiap anggota masyarakat memiliki pandangan sendiri-sendiri. Sementara itu, banyak keturunan yang sudah dapat hidup berdampingan secara rukun dan mendapatkan kesempatan kerja seperti anggota masyarakat lainnya.

"Tidak ada gunanya terus berdebat, apalagi saat ini mereka  sudah rukun. Keturunan PKI sekarang sudah bisa kerja di kantor-kantor dan tidak diganggu-ganggu. Orang mau kerja tidak dilihat KTP-mu apa. Sekarang sudah bisa jadi (anggota) DPR, pegawai negeri dan sebagainya. Ngapain harus diributkan lagi," terangnya.(Ria)

BERITA REKOMENDASI