Mahluk Misterius dalam Pemakaman Korban Covid-19

Editor: Ivan Aditya

PERCAYA atau tidak, namun pengalaman unik di jumpai, ketika Tim Alam Gaib memakamkan jenazah korban Covid-19 di wilayah Sleman. Tim Alam Gaib, adalah sebutan tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah korban Covid-19 bentukan tim Forum Komunikasi Relawan Sleman (FKRS).

“ Kami namakan Tim Alam gaib, karena jika bertugas memakamkan jenazah korban Covid-19 sering tengah malam, atau sering jam 2 atau 3 pagi” Kata Makwan ketua FKRS, yang jugaKepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Sabtu (17/11/2021).

Tidak peduli malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon, tim tersebut yang semua tergabung dalam Tim Pocong atau biasa disebut Tim Cong, jika harus memakamkan akan dilakukan. Sering pukul 2 atau 3 pagi dilakukan. Hingga kini, sejak tim ini didirikan April 2020 sudah memakamkan jenazah korban Covid-19 lebih dari 1600 jenazah.

Pengalaman unik apa? Misalnya ada anggota tim ini melihat di kuburan penampakan ratusan orang yang berjejal menyaksikan. Padahal sebenarnya tidak ada orang. Atau Ketika menurunkan peti jenazah ke liang lahat seperti ada yang membantu dari bawah. Siapa yang berkerumun atau yang membantu tersebut, tidak diketahui. Tetapi menurut Makwan, rekaman atau fotonya ada. Sosok yang samar-samar tersebut, masih misterius. Tetapi mereka tidak mengganggu, malah sering membantu.

Pernah ada anggota tim yang mungkin belum pernah melihat, akan pingsan. Semenjak itulah ketika bertugas, tim Alam Gaib selalu membawa tabung oksigen untuk menolong anggota yang lemas melihat kejadian misterius tersebut.

Menurut Makwan, di awal-awal Covid-19 tahun lalu, ada yang menolak jika makamnya digunakan untuk korban Covid-19. Namun kini, mereka sudah menyadari sehingga malah ada yang meminta di makam keluarganya. “Mereka sudah tak menganggap jasad Covid-19 itu aib dan berbahaya” tambahnya.

Tim tersebut memang hanya khusus melayani untuk warga Sleman saja. Apakah pernah antri untuk pemakaman, Makwan mengatakan sebenarnya hanya tunggu giliran saja karena memang harus bergantian. Karena itulah, setiap permintaan musti disertai keterangan dari Puskesmas atau RS, bahwa yang meninggal karena Covid-19.

Tim Cong juga selalu mempersilakan, jika keluarga yang meninggal akan ada acara solat jenazah. Meski tidak boleh terlalu dekat, namun tetap menjaga jarak. Untuk bisa minta bantuan, Makwan mengatakan harus mengisi formulir, KTP dan kontak person. Sebab bukan tidak mungkin, untuk satu jenazah yang menghubungi banyak , mulai dari adik, kakak atau bahkan pejabat. “Sebab kami harus membagi tugas, supaya tidak dobel” tambahnya. (Ioc)

BERITA REKOMENDASI