Main Pokemon Go Denda Rp 10 Ribu Per Jam

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Game Pokemon Go ternyata benar-benar digemari banyak kalangan. Setelah sebelumnya Kapolres Sleman melarang anggotanya memainkan game Pokemon Go, kini giliran Andika Khairiluliawan (27) pemilik bengkel otomotif Balu Otowork yang ada di kawasan Jalan Pramuka Umbulharjo yang melarang karyawannya bermain game tersebut.

Namun kali ini pria yang juga dosen di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) ini menerapkan larangan dengan sedikit jenaka. Larangan  itu ditulis ditulis di sebuah pintu yang juga kerap diakses para karyawan Andika. Bagi karyawan yang pamit keluar saat jam kerja atau yang terlambat karena mencari Pokemon akan dipotong gajinya Rp 10 ribu perjam.

"Awalnya memang ada dua karyawan yang pamit beli rokok dekat bengkel, tapi kok lama dan saat kembali senyum-senyum sendiri. Saya curiga saya lihat handphonennya ternyata sedang main Pokemon Go, ya suah saya akhirnya pasang pengumuman sebenarnya buat teguran denda Rp 10 ribu perjam sekalian lucu-lucuan tapi ternyata jadi viral," ungkapnya saat ditemui Senin (18/07/2016).

Pengumunan yang dipasang pada 14 Juli 2016 tersebut kemudian mengundang perhatian dari 18 karyawan yang ada di bengkel tersebut. "Kemarin ya jadi buat ketawa bersama-sama saja, tapi Mas Andika tidak marah kok hanya mengingatkan biar kami tahu kapan waktu bermain dan kapan waktu bekerja," ungkap Nova Ananda satu karyawan yang gemar main Pokemon Go.

Ternyata larangan yang cukup jenaka ini bisa berhasil mengingatkan para karyawan yang akhirnya bisa semakin serius bekerja menyelesaikan pesanan konsep motor di bengkel. "Sekarang pas istirahat dan setelah pulang saja mainnya, agar kerjaan bisa selesai tepat waktu," pungkas Nova. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI