Maknai Keistimewaan DIY Dengan Kebersamaan

YOGYA (KRjogja.com) – Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Umar Priyono menyampaikan keistimewaan yang melekat pada DIY tidak hanya dimaknai dari aspek budaya semata. Justru dengan keistimewaan tersebut harus menemukan jati diri yang pernah jaya dan dimiliki oleh Yogyakarta secara kesuruhan.

"Yogyakarta yang ditandai dengan Kasultanan dan Kadipaten itu dibangun di tanah 'pinilih' yang akhirnya melahirkan banyak kompetensi. Keistimewaan DIY harus di lihat secara proporsional yang dahulu menonjol apa dan yang tergerus arus globalisasi apa kemudian dipilah yang dulu pernah jaya itu kita kembangkan kembali untuk memaknai keistimewaan secara komprehensif," ungkap Umar saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (31/8/2015).

Umar menyampaikan dengan harapan seperti itulah, maka masyarakat DIY sendirilah yang harus 'nguri-uri' tentang esensi keistimewaan yang sebenarnya. Lahirnya Undang-undang Keistimewaan DIY tiga tahun lalu hanya merupakan balutan akhir, tetapi konteks dan konten keistimewaan itu sudah dimiliki DIY sejak lama.

"Orang asing pun bisa menjadi relawan dan peduli untuk mengenalkan dan melestarikan budaya kita, apalagi kita harus juga ikut serta mengembalikan nilai budaya yang adiluhung menjadi makna esensial Keistimewaan DIY. Kalau orang DIY sendiri tidak mencintai Yogya sendiri akan sangat disayangkan sekali," tandas Umur.

Umar sendiri mengaku dirinya belum merasakan keistimewaan, hal ini merupakan suatu fakta karena makna kebersamaan masih harus dikembangkan kembali dan terus belajar. (R-4)

BERITA REKOMENDASI