Mako Ditlantas Polda DIY Kini Dilengkapi Bilik Disinfektan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ditlantas Polda DIY bekerjasama dengan UGM dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan pelayanan publik Direktorat Lalu Lintas Polda DIY. Upaya tersebut yaitu pemasangan bilik disinfektan dari UGM di Mako Ditlantas Polda DIY

Bilik disinfektan diantarkan oleh team MIPA UGM antara Dr Mardhani (dosen FMIPA UGM), Lukman awaludin MCs (dosen FMiPA UGM), Oktaf Agni Dewa MCs (Widya Analytic), Dr Suharyadi (Direktur Kemahasiswaan), Fajar Yulianto Prabowo (teknik mesin UGM), Dr Raden Sumiharo (Dosen FMIPA UGM). Tim UGM diterima oleh Direktur lalu lintas Polda DIY Kombespol I Made Agus Prasatya SIK MHum beserta para Kasubdit dan Kasi Ditlantas Polda DIY di Aula Adipradhana Ditlantas Polda DIY, Senin (23/03/2020).

Dalam sambutannya Dirlantas Polda DIY mengucapkan terimakasih kepada Tim UGM atas kerjasamanya dalam giat kemanusiaan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona di area pelayanan publik Ditlantas Polda DIY dengan memasang bilik disinfektan. “Penempatan bilik disinfektan disiapkan pada pintu masuk sisi barat gedung utama Ditlantas Polda DIY dan Petugas bilik disinfektan dilaksanakan oleh piket Mako yg mengawasi dan mengarahkan penggunaan alat,” kata I Made Agus Prasatya.

Dirlantas Polda DIY bersama PJU dan Tim UGM mengecek pelaksanaan pemasangan bilik dan penyemprotan disinfektan di dalam bilik. Bilik disinfektan tersebut sudah mulai langsung dioperasionalkan saat itu juga dan berlaku untuk setiap orang yang akan memasuki wilayah mako ditlantas Polda DIY tanpa terkecuali.

“Baik anggota Polri maupun masyarakat, dimulai dengan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu. Apabila suhu tubuh normal selanjutnya masuk ke dalam bilik dan di dalam bilik tersebut disemprotkan cairan disinfektan beberapa saat,” tambahnya.

Pada saat di dalam bilik, petugas akan memberikan arahan agar orang yang berada di dalam bilik tersebut berputar perlahan dengan mengangkat kedua tangan lurus ke atas kemudian mengangkat kaki secara bergantian agar penyemprotan dapat merata ke seluruh tubuh. Apabila suhu tubuh diatas 38 derajat celcius maka petugas akan menghubungi RS Bhayangkara Polri untuk melakukan isolasi dan pengecekan lebih lanjut terhadap orang tersebut. (Hrd)

BERITA TERKAIT