Malam Nanti Sanksi Protokol Kesehatan Mulai Dilakukan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mulai Sabtu (19/09/2020) malam nanti, penegakan protokol kesehatan akan digencarkan. Terutama untuk mengawal Perwal 51/2020 terkait pedoman penerapan protokol dalam rangka pengendalian kasus Covid-19 di Kota Yogya.

Komandan Sat Pol PP Kota Yogya Agus Winarto, mengaku sudah membagi dua tim yang akan bertugas secara bersamaan di tempat yang berbeda. ”Hampir semua instansi terlibat. Polresta, Kodim, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan sebagainya. Total 50 petugas yang dibagi dalam dua tim,” jelasnya.

Dalam upaya penegakan, tim pertama akan fokus pada area Tugu, Malioboro hingga Kraton atau Gumaton. Tim tersebut mengawal penerapan protokol dari sisi perilaku masyarakat seperti penggunaan masker hingga memecah keramaian. Sedangkan tim kedua fokus pada penerapan protokol pada dunia usaha mulai kalangan kecil hingga atas.

Agus menjelaskan, area Gumaton mendapat penanganan khusus karena menjadi pusat keramaian sehingga rentan terjadi kelonggaran protokol kesehatan oleh masyarakat. Bagi yang melanggar pun akan langsung dikenai denda sesuai Perwal 51/2020. Terutama sanksi sosial berupa menyapu area publik serta penyemprotan disinfektan.

”Teknis sanksi sosial nanti situasional. Kami tentukan bersama aparat kepolisian dan Kodim. Tapi mereka yang melanggar akan kami berikan penanda supaya masyarakat tahu dia melanggar protokol,” tandasnya.

Khusus bagi warga yang tidak menggunakan masker dan sanksi sosial tidak menimbulkan efek jera, maka pengenaan denda sebesar Rp 100.000 akan diberlakukan. Begitu juga pelaku usaha yang bandel tidak menerapkan protokol, ancaman tertinggi ialah penutupan paksa. Namun sebelumnya pelaku usaha yang melanggar akan diberikan stiker dan peringatan tertulis terlebih dahulu.

”Data pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol ada ratusan. Semua lokasinya sudah kami petakan. Tinggal nanti tim dua yang akan bergerak menempelkan stiker dan peringatan tertulis. Durasi penegakan ini kami bagi dalam dua fase. Pertama sampai akhir bulan ini, dan fase kedua mulai Oktober hingga Desember,” urai Agus. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI