Malioboro Padat, Pedagang Emperan Raup Rejeki

YOGYA (KRjogja.com) – Para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di emperan Malioboro turut ketiban rejeki dengan tingginya tingkat kunjungan di wilayah tersebut. Jika dalam sehari omset pedagang mencapai Rp 300 ribu, kini naik hingga 4 kali lipat mencapai RP 1 juta lebih.

Menurut Ketua Forum Komunikasi PKL Emperan Malioboro Sisi Barat, Paul Zulkarnaen, jenis dagangan yang ramai diburu oleh pengunjung selama musim lebaran ialah kerajinan atau souvenir. "Kalau dulu sebelum lebaran itu baju dan pakaian yang laris, kini adalah kerajinan berupa kalung, asbak, sepeda mini dan lainnya. Mungkin ini untuk oleh-oleh pengunjung yang sebagian besar ialah pemudik dari luar daerah," ungkapnya, Selasa (21/8).

Paul menambahkan, jauh hari sebelum lebaran, para pedagang telah melakukan persiapan. Yaitu dengan menyediakan stok dagangan hingga beberapa hari ke depan. Bahkan, banyak pedagang yang berani mengambil barang hingga bernilai jutaan rupiah meski belum tentu dapat terjual habis.

Sedangkan untuk kenaikan harga barang, Paul mengaku, sepenuhnya dikembalikan kepada pedagang. Namun demikian, semua tergantung penawaran dari pembeli. Biasanya, harga disesuaikan dengan tingkat kesulitan untuk mendapatkan barang. "Jika barang itu bisa didapat dari wilayah Yogyakarta, maka untung Rp 3 ribu pun pasti akan dilepas. Tetapi jika barang itu sulit didapat, bahkan hingga harus mencari di luar daerah paling tidak untung Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu baru dilepas karena butuh ongkos transportasi," ungkapnya. (M-6)

BERITA REKOMENDASI