Malioboro Ramai Tapi Omzet Toko Sepi, PKL Harus Ditertibkan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) yang beranggotakan 220 pemilik toko/pengusaha meminta kebijakan penutupan Jalan Malioboro – A Yani menjadi semi pedistrian yang rencana akan diberlakukan tetap harus didahului penataan PKL. Pasalnya selama ini lorong pejalan kaki dan sebagian area pedistrian justru disesaki lapak PKL yang membuat sesak dan tidak nyaman pengunjung.

"Lahan pejalan kaki di depan toko, milik toko justru disesaki PKL yang jumlahnya 5 kali lipat dari jumlah toko. Belum mereka (PKL) juga mengajak keluarga 3-5 orang membantu jualan yang membuat lorong pejalan kaki sesak," ungkap Wakil Ketua I PPMAY Sodikin saat audiensi ke Dinas Pariwisata Kota Yogya, Kamis (21/11).

 

 

Pengusaha PPMAY audiensi ke Dinas Pariwisata Kota Yogya. Foto: Juvintarto

Bersama sekitar 25 anggota/pengurus PPMAY yang hadir, Sodikin menyatakan dukungan untuk realisasi penataan PKL. "Karena semrawut dan tidak nyaman toko-toko sepi pengunjung, padahal pemilik toko  membayar pajak tinggi. Ada rencana penataan (PKL) Pemalni yang menempel etalase toko ditata bersama PKL Tri Dharma. Kalau tidak segera dibenahi toko-toko terancam bangkrut," keluhnya.

Karenanya penutupan jalan yang diberlakukan membuat Toko semakin tidak bisa bernapas. "Jika dikatakan pariwisata naik di Malioboro coba tengok angka pengangguran meningkat karena toko tutup atau terpaksa mengurangi tenaga kerja, omzet toko menurun drastis," tegas Ketua PPMAY Sadana Mulyono menunjuk Hero Malioboro Mall akan hengkang karena sepi, juga toko-toko lain tutup.

Koordinator PPMAY Karyanto Yudomulyono meminta Pemda DIY dan Pemkot bekerjasama dengan PPMAY dalam  setiap kebijakan di Jalan Malioboro dan A Yani. "Pemilik Toko-toko dan karyawan ada 10.000  Orang yang menggantungkan hidupnya di Malioboro dan A Yani," ujarnya.

Sadana mencontohkan kebijakan yang dipaksakan di Jalan Braga Bandung yang tahun 1970-1980an seperti Malioboronya Bandung kini justru mati dan ditinggalkan. "Setiap ada keramaian, kesenian, pawai di kawasan Malioboro justru pengusaha menangis karena toko sepi, yang banjir rejeki kaki lima karena masuk segmennya," tegas Sadana.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogya Yeti Martanti didampingi Kabid Ekraf Edi Sugiharto menyatakan usulan PPMAY akan menjadi masukan dan nanti akan dibicarakan  dalam forum bersama. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI