Mantan Menteri ESDM Nilai Sektor Energi Jadi Anak Yatim

YOGYA, KRJOGJA.com – Sektor energi seperti anak yatim yang kehilangan bapak, ini membuat pengelolaannya jauh dari harapan. Di bidang perminyakan, kesenjangan antara konsumsi dan produksi terus melebar di mana konsumsi makin meningkat, sementara produksi terus menurun.

Hal tersebut disampaikan Mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam forum Young Leader of Energi Camp 2017 di Kaliurang, Jumat (22/9/2017). Sudirman mengungkap bila kondisi tersebut tak diatasi, maka sumber e energi nasional hanya akan mengandalkan impor semata.

“Saat ini yang terjadi, produksi minyak nasional menurun karena minimnya investasi mencari sumur-sumur baru. Selain itu sumur-sumur yang ada pun sudah tua dan produksinya terus menurun,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadikan produksi minyak nasional menurun yakni terkait besarnya permodalan investasi dan sulitnya areal penghasil minyak di wilayah Indonesia. “Di Indonesia saat ini daerah yang potensial untuk eksplorasi kebanyakan di lepas pantai, di laut dalam, ini menjadikan eksplorasi padat modal dan teknologi,” sambungnya.

Sudirman yang juga bakal calon Gubernur Jawa Tengah ini menilai investasi pada energi baru dan terbarukan untuk mengganti energi fosil yang makin menipis cadangannya, juga tak kunjung ada kemajuan. Alasannya, lagi-lagi karena mahalnya ongkos investasi.

“Menurut saya perlu kemauan politik (political will) yang kuat jika ingin masa depan energi nasional mandiri dan terbebas dari pemburu rente. Memang saat ini investasinya mahal, tapi jangka panjang akan murah, negara akan menjadi kuat jika sudah bisa mandiri dalam tiga sektor, yakni air, energi, dan pangan,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI