Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua Kenalkan Buku “Integritas” ke Anak Muda Jogja

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Abdullah Hehamahua, Mantan Penasihat KPK (2005-2013) menulis buku berjudul Integritas (Menyemai Kejujuran, Menuai Kesuksesan dan Kebahagiaan) di Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Yogyakarta, Jumat (9/8/2019) siang. Abdullah ingin menyampaikan pentingnya integritas untuk anak-anak muda yang nantinya bakal masuk ke jenjang regenerasi kepemimpinan Indonesia.

Kepada KRjogja.com, Abdullah mengungkap buku tersebut ditulis karena melihat pentingnya integritas di berbagai bidang kehidupan. Abdullah yang 9 tahun menjadi penasihat KPK mencoba membagikan pengalaman selama berada di lembaga anti rasuah tersebut memastikan kapasitas pegawai.

“Integritas itu wajib dimiliki setiap insan termasuk anak muda. Saya coba sampaikan pengalaman selama berada di KPK, memastikan integritas calon pegawai yang masuk. Saya menulis buku ini tulus untuk menyampaikan integritas dan menularkan bagaimana pentingnya integritas dalam kehidupan,” ungkapnya.

Integritas menurut Abdullah merupakan mata pelajaran wajib bagi pegawai baru KPK, dan mereka harus mengantongi nilai minimal 4 dari total terbaik 5 nilai. Integritas sendiri menurut Abdullah datang dari dalam diri dan harus muncul karena keinginan pribadi.

“Pernah dulu, 2004 seorang penyidik dapat 3,9 dan dipaksa diterima karena saat itu KPK perlu penyidik. Setahun berlalu eh dia ditangkap temannya sendiri karena korupsi. Integritas itu dari diri sendiri, kalau korupsi bisa dari lingkungan dan kesempatan. Maka itu integritas sangat penting,” imbuhnya.

Instansi pendidikan menurut Abdullah memiliki peran penting untuk memastikan integritas di kalangan generasi muda. Pasalnya, 86 persen dari 400 koruptor yang ditangkap KPK seluruhnya mengenyam bangku perguruan tinggi.

“Pendidikan kita selama ini seolah hanya mengejar target lulus bukan mengerti, memahami. Dikejar ijazah untuk cari kerja, bukan kompetensi dan keahlian. Padahal, hakikatnya, kita belajar untuk tahu, mengerti, memahami dan menjalankan. Ini problem pendidikan kita. Hari ini saya menggelar diskusi di UBSI Yogyakarta, harapannya bisa punya integritas sejak dini, karena integritas dibangun diri sendiri,” sambung dia.

Sementara Dr Ani Wijayanti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI menyampaikan buku karya Abdullah sangat cocok dikonsumsi generasi muda dan tenaga pendidikan. “Menurut saya, integritas sangat penting sekali untuk dunia pendidikan, sangat cocok untuk pendidik yang akan mencetak anak didik berintegritas. Ini membuka jendela, pentingnya integritas bagaimana pentingnya membangun dasar SDM yang kuat. Penulis sudah mengalami dan contoh dalam buku sangat enak, buku ini seperti bisa diajak berkomunikasi,” ungkap dia. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI