Mapel Pancasila Perlu Diperkuat, Penanaman Harus Dilakukan Sejak Dini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penanaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan sejak dini. Bahkan, saat anak berada di PAUD Pancasila sudah harus dikenalkan. Dengan begitu, idiologi negara ini terpatri kuat pada setiap individu warga negara Indonesia.

“Mata pelajaran (Mapel) Pancasila harus diperkuat kembali dengan konsep baru yang lebih baik,” ujar Prof H Wawan Wahyuddin MPd pada Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Wisma MM UGM Yogya, Senin (12/04/2021).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pembentukan Jejaring Panca Mandala (JPM) di lima provinsi, yakni DIY, Jateng, Banten, Lampung dan Sumatera Selatan. JPM adalah bagian dari ikhtiar BPIP melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara sinergis, efektif, efisien dan berdampak luas.

Menurut Prof H Wawan Wahyudin MPd dari JPM Banten, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa ini sudah final. Oleh karena itu, kalau masih ada yang mengotak-atik Pancasila apalagi menganggap dasar negara ini bertentangan dengan agama, harus dilibas.

“Mereka yang masih menentang dan mempersoalkan Pancasila, negara jangan sampai kalah,” ujar Prof Wawan, seraya berharap agar keberadaan BPIP terus diperkuat, termasuk dengan dukungan UU.

Pada bagian lain, Prof Wawan, mengusulkan agar mahasiswa yang menulis skripsi, thesis atau disertasi yang mengangkat tema tentang penguatan Pancasila, perlu mendapat reward. Kemudian, karyanya bisa menjadi referensi dalam pembumian Pancasila.

Prof Dr Sunarto SH MH dari JPM Provinsi Lampung sependapat dengan yang disampaikan Prof Wawan. Pendidikan, katanya, menjadi kunci semuanya. Oleh karena itu, porsi pendidikan Pancasila di sekolah diperbesar kembali seperti dulu. Ia setuju bila nilai-nilai dan pemahaman Pancasila menjadi syarat penting jenjang karir di ASN dan uji kompetensi profesi apapun.

Dari JPM DIY Ir Lestanta Budiman M Hum mengusulkan agar salam Pancasila gencar disosialisasikan kepada publik. Bahkan, kalau perlu di forum-forum formal. “Para pejabat, wakil rakyat dan seluruh lapisan jangan lupa untuk menyisipkan salam Pancasila, sehingga semakin memasyarakat,” katanya.

Menurutnya, BPIP, JPM serta para penggerak Pancasila harus masif mengimbangi para penentang Pancasila yang sudah berlari kencang mempengaruhi warga dengan doktrin dan tindakan yang tidak terpuji. Dengan demikian nilai-nilai Pancasila tak terkikis di masyarakat.

Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP Elfrida Herawati Siregar SP MM merespons positif masukan tersebut. Ia menyatakan, JPM ini merupakan simpul dan menjadi entitas tersendiri dalam pembumian nilai-nilai Pancasila. Tokoh-tokoh yang masuk JPM juga merupakan representasi semua elemen yang diharapkan efektif. (Obi)

BERITA REKOMENDASI