Maper GMKI, Eksistensi Pengkaderan Saat Pandemi Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA , KRJogja.com – Pada saat pandemi Covid-19, eksistensi gerakan mahasiswa dibandingkan dengan sebelum pandemi mengalami penurunan. Selain terbatasnya ruang gerak konsolidasi dan melaksanakan kegiatan banyak dari anggota dan pengurus organisasi kemudian pulang kampung karena perkuliahan masih memakai sistem daring.

Ketua Gabungan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Yogyakarta, Urliq Hufum August Sagaragara didampingi Sekretaris, Johnboltus Fara, Selasa (22/6) menuturkan Maper GMKI Yogyakarta diikuti 50 orang secara daring dan luring. Luring diikuti 30 kader anggota GMKI baru. “Sebelumnya kami membuka penerimaan kader anggota baru. Pembekalan dilakukan selama 2 hari sejak Jumat -Sabtu (18-19/6). Kader berasal dari berbagai kampus seperti Sanata Dharma, UST, Janabadra, AMPTA, Unriyo, Akakom, Janabadra dan sebagainya. Adapun cara sosialisasi selain dari medsos kami juga sebar brosur dan sosialisasi ke kampus-kampus meski dampaknya sangat terbatas,” jelasnya.

Ditambahkannya sebelum pandemi biasanya yang bergabung sekitar 100 -150 orang namun saat pandemi anjlok dari 70 orang mendaftar peserta aktif dan bersedia mengikuti Maper luring hanya 30 orang sisanya via daring zoom. Total anggota GMKI Yogyakarta saat ini seluruhnya sekitar 450 orang.

Ditambahkannya, selama masa pandemi pasca Maper GMKI ada proses pendampingan anggota dengan fokus menyusun rencana kegiatan. Proses pendampingan dilakukan untuk mengakomodir terbatasnya pertemuan. “Selain itu dalam proses pendampingan juga ada sesi sharing utamanya hal yang dapat kita lakukan selama masa pandemi serta bagaimana organisasi ini menyikapi dampak pandemi Covid-19,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI