Marak Acara Daring, Butuh Pengampu Acara yang Profesional

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 tidak dipungkiri mampu merubah kebiasaan masyarakat yang sudah membudaya. Berbagai kegiatan, harus menyesuaikan karena dibatasi adanya protokol kesehatan.

Namun, bukan berarti kegiatan ditiadakan. Harus ada inovasi agar tetap berjalan dan menghasilkan banyak manfaat. Misalnya saja, pertemuan maupun pelatihan bisa dilakukan secara daring atau online.

Sedang secara teknologi, pandemi Covid-19 juga bisa dikatakan pelecut untuk mampercepat penerapan sarana teknologi informasi (TI) di tengah masyarakat. Meski sebenarnya, masyarakat sudah mulai memasuki era revolusi industri 4.0 yang memungkinkan semuanya berbasis teknologi IT.

Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Pelatihan MC, Modeator dan Host Daring/Online Profesiona’ pada akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narsumber, Kepala Urusan Sistem Informasi dan Manajemen Pengetahuan Perpustakaan UMY Novy Diana Fauzie SS MM dan Dosen Teknik Informatika UAD Jefree Fahana ST MKom.

“Banyaknya aktivitas yang saat ini dilakukan secara daring atau online, tentu saja membutuhkan beberapa penyesuaian. Termasuk acara tersebut membutuhkan MC, moderator atau host yang profesional. Hal itu yang mendasari kami menggelar pelatihan ini,” kata Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata SE MM.

Menurut Gita, sangat penting belajar menjadi MC, moderator atau host acara daring secara prfesional. Sebab kesuksesan acara tersebut salah satunya didasari peranan tersebut. Termasuk juga mengetahui dunia TI di tengah pandemi. Karena, memahami media webinar merupakan suatu keniscayaan yang kemungkinan akan terus dikembangkan ke depan.

Salah satu narasumber, Novy Diana Fauzie SS MA mengatakan, ada beberapa hal mendasar yang perlu dimiliki seorang MC, moderator atau host ketika mengampu acara secara online. Sikap menjadi hal yang perlu diperhatikan karena akan banyak dilihat peserta.

Selain itu, bahasa tubuh perlu juga diperhatikan seksama. “Bahasa tubuh akan secara otomatis mengikuti. Untuk mendapatkan sikap ideal, cara duduk juga dapat menentukan bahasa tubuh,” sambungnya.

Selain itu lanjut Novy, MC yang baik itu cepat tanggap. Jika diperlukan, penting membawa catatan sebagai panduan. “Ketika seseorang meminta kita memandu acara, artinya menganggap mampu dan itu wajib diapresiasi,” kata Novy.

Kreativitas dan inovasi menurutnya juga sangat penting dimiliki. Misalnya saja di tengah acara ada kendala teknis yang bakal mendapatkan nilai minus dari peserta. Saat inilah peran MC sangat diharapkan agar peserta tetap mampu membawa peserta untuk tidak terlarut dalam proses menunggu yang menjemukan. “Jangan sampai mengecewakan,” tegasnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI