Maria Dwiningtyas, Belajar Bersosialisasi dari Voli

Editor: Ivan Aditya

KESUKAAN nonton televisi kadang membuat orangtua cemas. Maka berbagai cara dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak agar tidak fokus ke tayangan televisi. Dan yang dilakukan orangtua Maria Dwiningtyas, memasukkan ke klub voli.

“Awalnya hanya ngantar Kakak latihan voli. Waktu itu saya kelas 3 SD. Ortu memasukkan ke klub voli agar tak nonton televisi terus,” kenang Maria.

Tak disangka Maria ternyata menyukai olahraga tersebut. Ia bahagia menggeluti voli. Tak berlebihan hingga saat ini masih berkutat di olahraga tersebut.

Banyak prestasi yang akhirnya diraih warga Tegalrejo Yogyakarta ini. Bersama teman-teman, Maria meraih Juara 1 Olympic Games Qualification Asian Zone 2014, Juara 2 AVC Continental Cup 2015, Juara 1 Kejurnas Junior 2016, Juara 3 U-21 Beach Volleyball Championships 2017, Juara 1 Porda 2017, Juara 3 Sirkuit Nasional Bulukumba 2017, Juara 1 Sirkuit Nasional Bali 2017, Juara 1 Singapore National Beach Series 1 2018, Juara 3 Sirkuit Nasional Padang Pariaman 2018, Juara 3 Piala Raja Antarklub se-DIY Voli Indoor 2019, Juara 2 Kejurnas Voli Pasrir 2019 Kualiffikasi PON 2020, Juara 2 Sirkuit Nasional Voli Pasir Bengkulu 2019, Juara 2 Sirkut Nasional Voli Pasir Palembang 2020.

Betah di voli, menurut mahasiswi fakultas bisnis dan ekonomika Universitas Atmajaya Yogya ini, karena menikmati proses. Maria tidak merasa terpaksa. “Saya juga tipe yang tidak bisa diam. Jadi saat saya melakukan aktivitas olahraga voli, saya merasa bahagia, walau dalam prosesnya pasti ada rasa lelah dan rasa-rasa yang lain,” papar Maria yang lahir pada 3 Juni 1998.

BERITA REKOMENDASI