Masalah Limbah Banyak Menginspirasi Sosiopreneur Muda

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Bibit sosiopreneur atau wirausaha yang memberi dampak sosial terus disemai UGM melalui ajang Kompetisi dan Expo Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2016. Selain berkompetisi memaparkan proposal rencana bisnisnya, para peserta Soprema berkesempatan mendengarkan ide-ide dari sosiopreneur muda yang telah ada dan berhasil menjawab permasalahan di tengah masyarakat. Mereka adalah Ronaldiaz Hartyanto dari tim Mycotech, Nico Setyo Utomo (Bank Liran) dan Veronica Colondam (YCAB Fondation).

Dalam Talkshow ‘Being Sociopreneur Beyond Business’ di Graha Sabha Pramana UGM, Selasa (06/09/2016), Ronaldiaz menjelaskan bisnisnya yaitu pembuatan material bangunan (seperti batu bata) berbahan limbah pertanian yang direkatkan dengan jamur. Material tersebut diberi nama ‘mycotech’, yang terinspirasi dari proses pembuatan tempe.

Menurut Ronal, dari hasil penelitian, ternyata Mycotech memiliki banyak keunggulan dibanding batu bata biasa, yakni lebih kuat, tahan api, lebih ringan dan bahannya memanfaatkan berbagai limbah pertanian yang sudah tidak terpakai. “Mycotech ini mampu memberi solusi masalah limbah yang diubah sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ujarnya.

Ide lain disampaikan Nico Setyo Utomo tentang Bank Liran (limbah urin dan kotoran) sebagai salah satu solusi permasalahan limbah di Indonesia. Menurutnya di bidang peternakan sapi, masih dijumpai sejumlah permasalahan yaitu limbah sapi (kotoran, urin) yang sangat potensial namun belum di manfaatkan secara optimal, penyakit pada sapi perah yang masih tinggi serta tingkat kesejahteraan peternak yang kurang.

Bank Liran hadir sebagai gerakan sosiopreneur yang memberikan pelayanan kesehatan ternak secara gratis dengan sistem poin. Selain itu meningkatkan nilai tambah urin dan kotoran sehinga membantu perekonomian peternak. “Kami ingin kembangkan Bank Liran ini ke seluruh Indonesia untuk membantu peternak sapi,” katanya.

Direktur Soprema Dr Hempri Suyatna SSos MSi mengatakan, dari 90 tim yang diseleksi didapat 18 proposal yang melaju ke babak grand final. Di antarnya, Ambrasto DIY, Fruits Up Jawa Barat, Nusa Berdaya Bali, Biomagg Jawa Barat, Nilam Socio Entreprize DIY, Jambi Youth Movement Jambi, Feny Ferawati Jawa Tengah. Setiap finalis mempresentasikan secara komprehensif business plan di hadapan dewan penilai. Diambil 3 pemenang dan 6 penghargaan khusus. (Dev)

BERITA REKOMENDASI