Masalah TPST Piyungan, Pemda DIY Harus Cari Solusi Pemusnahan Sampah

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga di jalan pintu masuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sempat kembali menutup akses beberapa hari lalu, hampir selama tiga jam. Alhasil, puluhan truk pengangkut sampah tak bisa masuk yang dampaknya langsung terasa.

Penyebabnya, warga menagih kompensasi uang tunai yang dijanjikan beberapa waktu lalu. Kompensasi tersebut tak kunjung cair, padahal di sisi lain dampak ikutan sampah terus dirasakan warga seperti bau menyengat dan penyakit.

Fakta di lapangan yang terbilang cukup miris tersebut mendapat tanggapan dari wakil rakyat Komisi C DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Menurut Huda, selama ini yang terjadi pemerintah DIY hanya tambal sulam dalam penyelesaian permasalahan sampah.

Padahal, seharusnya ada langkah cepat melakukan penanganan sampah yang tak hanya di permukaan saja. “Sudah ada kerjasama memang dengan badan usaha, tapi prosedur sangat panjang, konstruksi baru dimulai 2022 nanti. Kami mendesak harus ada  terobosan, pemusnahan sampah secara permanen,” ungkap Huda ketika berbincang dengan media Selasa (6/8/2019).

Huda menilai, Pemda DIY harus berani melakukan terobosan untuk pengelolaan sampah yang sebenarnya memiliki potensi tersebut. “Ada terobosan yang cepat dan pasti, sekarang bagaimana Pemda DIY berniat mengurai permasalahan tersebut secara serius dan menyeluruh,” tegasnya.

Sementara terkait permintaan kompensasi tunai warga di kawasan Piyungan, legislator Komisi C ini menilai hal tersebut adalah sebuah kewajaran. Pasalnya, warga selama ini hanya mendapat kompensasi melalui desa berupa jaminan kesehatan.

“Penutupan TPST Piyungan oleh warga ini dampaknya sangat luar biasa, se-DIY lho ini. Di APBD Perubahan 2020 sudah dianggarkan memenuhi permintaan warga seperti lampu jalan, talud dan perbaikan jalan. Namun, harapan kami Pemda DIY serius menangani permasalahan sampah dengan serius,” tandas Huda. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI