Masih Dibawah Kuota 30 Persen, Partisipasi Politik Perempuan Terus Didorong

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mendorong partisipasi politik perempuan yang masih rendah, IDEA menyelenggarakan program Women Democracy Network bertajuk ‘Wong Wedok Dudu Mung Konco Wingking’. Program ini dalam rangka meneguhkan kesadaran perempuan menjadi calon-calon pemimpin sekaligus memiliki kemampuan melakukan gerakan penyadaran publik terhadap isu kepemimpinan politik perempuan.

“Dalam program ini, IDEA berupaya mempromosikan dan mendukung kelompok perempuan berani terlibat memegang peranan dalam kebijakan publik, baik di level eksekutif, legislatif, maupun partai politik, termasuk ruang-ruang yang lingkupnya kecil seperti di RT, RW, Padukuhan, atau kalurahan,” jelas Project Manager Ahmad Hedar dalam IDEA Zoom Conference dipandu Direktur IDEA Tenti Novari Kurniawati, Jumat (09/07/2021).

Hedar menyebutkan data Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan 2.829 calon legislatif tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk pemilu legislatif tahun 2019 ada 1.239 calon perempuan yang turut mencalonkan diri. Namun dari jumlah tersebut, calon perempuan yang terpilih menjadi anggota legislatif di Provinsi DIY hanya 9 orang saja.

“Sedangkan anggota legislatif laki-laki sebanyak dari 46 orang. Artinya keterwakilan anggota legislative perempuan hanya sekitar 16%, jauh dari kuota 30% perempuan,” jelas Hedar.

Dilihat dari keterpilihan pemimpin perempuan di Kalurahan wilayah Kulonpprogo misalnya, persentase camat dan kepala desa perempuan berkisar di angka 10%. Jauh dari afirmasi quota perempuan yang ditetapkan yaitu 30%.

“Jumlah bupati atau walikota di DIY hanya 1 orang perempuan dari total 5 orang bupati atau walikota. Jumlah anggota BPD perempuan juga masih minim. Di Kabupaten Sleman misalnya dari total 904 orang anggota BPD, hanya 22 orang yang perempuan atau sekitar 2%,” jelasnya.

Demikian pula dalam pemilihan kepala desa di kabupaten Bantul bulan September 2020. Dari 75 calon, hanya ada 2 orang perempuan. Hal ini mengindikasikan pentingnya meningkatkan akses dan partisipasi perempuan untuk lebih jauh terlibat dalam proses memproduksi model-model kepemimpinan politik perempuan yang berpihak kepada kepentingan perempuan dan kelompok rentan.

Lebih lanjut IDEA dalam programnya juga ingin memberikan contoh di Provinsi DIY ada banyak kepemimpinan politik perempuan yang mampu membawa perubahan di desa yang lebih demokratis, memperhatikan kesejahteraan kelompok rentan, serta inovatif dalam mengembangkan segala keterbatasan di Desa. (Vin)

BERITA REKOMENDASI