Masker Transparan Solusi Komunikasi Penyandang Tuna Rungu

Editor: KRjogja/Gus

MASKER menjadi salah satu kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tak heran, beragam model masker kini telah dipasarkan. Khususnya masker kain, dari yang polos hingga bermotif. Masker medis juga banyak digunakan masyarakat. Namun, apakah masker-masker tersebut bisa dimanfaatkan untuk semua golongan? Ternyata tidak.

Ya, bagi mereka penyandang disabilitas tuna rungu atau tuli tentu akan kesulitan dalam berkomunikasi. Karena teman-teman tuli harus membaca gerak bibir dan ekspresi wajah ketika berkomunikasi dengan teman dengar. Sementara itu, masker yang beredar luas di pasaran semuanya menutup mulut.

Kondisi itu membuat Dwi Rahayu Februari, yang juga penyandang tuna rungu berinovasi membuat masker transparan. Kebetulan dia sudah memiliki keterampilan menjahit. Yang membedakan masker biasa dengan masker transparan, bahan yang digunakan tetap sama, yakni kain. Hanya saja pada bagian tengah dari masker dimodifikasi dengan menggunakan mika transparan.

Diharapkan dengan adanya inovasi tersebut, masker transparan dapat bermanfaat bagi semua orang sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan. Termasuk teman-teman tuli, tetap bisa berkomunikasi tanpa harus melepas masker. “Jadi kita tetap bisa berkomunikasi dengan orang lain. Karena tetap bisa membaca gerak bibir dari lawan bicara. Kalau masker biasa kan tertutup semua. Sementara kita tidak bisa mendengar,” ujar Dwi ketika ditemui KR di rumahnya di Dusun Gemawang RT/RW 03/044 Sinduadi Mlati Sleman tersebut, Kamis (5/11).

BERITA REKOMENDASI