Mastera Gelar Kuliah Sastra Bandingan XXII

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Perbandingan naratif sejarah sastra di negara-negara Asia Tenggara memperlihatkan beberapa persamaan dari segi ciri, metode dan pendekatan. Alur sejarah nasional yang terjadi hampir sama saat penjajahan dan Perang Dunia II.

Demikian diungkapkan dosen Dr Noridah Kamari dari Majelis Sastera Asia Tenggara (Mastera) Singapura di Hotel Santika, Jalan Jendral Soedirman, Jetis, Senin (14/10/2019). Mastera kali ini memilih topik, Kajian Bandingan Penulisan Sejarah Sastra di Nusantara.

Kegiatan tersebut diadakan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sana dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Balai Bahasa DIY.

Kegiatan tersebut diberi pengantar Dr Ganjar (Sekretaris Mastera), Drs Pardi Soeratno MHum (Kepala Balai Bahasa DIY) dan dibuka Dr Sri Harti Widyastuti MHum (Dekan FBS-UNY). Kuliah ini selain menghadirkan penceramah Dr Noridah Kamari juga penceramah pendamping Prof Dr Suminto A Sayuti (Mastera-Indonesia, Guru Besar UNY) dengan moderator Dr Anwar Effendi.

Menurut Noridah, semangat patriotisme dan nasionalisme serta kemerdekaan, pemikiran dan reaksi kepada peristiwa-peristiwa penting yang dialami dalam kesadaran kolektif. Noridah mengamati, Sastra Bandingan seringkali dikritik sebagai berpusat pada kesustraan Eropa dan Amerika dan memamerkan nilai-nilai Eurosentrisme. Namun, disiplin ini membuka ruang yang luas mengkaji kesustraan Other atau membandingkan sastra.

Noridah secara spesifik mengupas yang terlepas, tersisih dan terasing: Kajian Bandingan Penulisan Sejarah Sastera di Nusantara.
Sedangkan Suminto A Sayuti mengupas Intertekstualitas: Butir-butir pengantar untuk telaah Sastra Perbandingan. Sementara itu, Dr Sri Harti  dalam sambutan antara lain mengatakan, kuliah ini ditunggu-tunggu. "Sastra Bandingan ini semakin meneguhkan dan sadar, abtarsuku, antarbangsa itu berkorelasi, hubungan karya sastra antarbangsa." ucapnya. (Jay).

 

 

 

BERITA REKOMENDASI