Masuk Musim Penghujan, EWS di DIY Malah Rusak

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang terpasang di beberapa lokasi di DIY dalam kondisi rusak berat. Bahkan beberapa di antaranya hilang. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, EWS rusak paling banyak ada di Kabupaten Gunungkidul sebagai tanda adanya tanah longsor. Lima EWS tsunami di Kulonprogo juga rusak, termasuk lima EWS lagi yang ada di Balai Teknik Sabo.

“Di Gunungkidul ada 16 EWS yang rusak dan semuanya untuk deteksi tanah longsor. Karena kepemilikannya ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maka langsung kami sampaikan ke pusat,” ujar Kepala
BPBD DIY Biwara Yuswantara, Minggu (25/10).

Selain 16 EWS tanah longsor yang kondisinya rusak tersebut, ada satu EWS yang ternyata hilang. Untuk kondisi EWS tersebut, dari BPBD DIY sudah meminta kepada kabupaten/kota untuk mengecek kembali. Terutama
untuk EWS tanah longsor dan banjir. Termasuk juga konsolidasi sumber daya serta koordinasi untuk antisipasi bencana serupa. Karena ini sangat penting sebagai bagian dari mitigasi bencana,”
jelasnya.

Kepada masyarakat, terutama yang tempat tinggalnya di wilayah yang rawan longsor dan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Sebagai upaya mitigasi bencana, BPBD agar menggelar apel kesiapsiagaan
mengantisipasi musim hujan.

Ditambahkan, upaya mitigasi bencana lain yang bisa dilakukan masyarakat dengan pengecekan kondisi lingkungan. Terutama memastikan apakah saluran air di sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik atau tidak. Termasuk sumur resapan. Sebab saat musim kemarau, biasanya penuh lumpur atau kotoran. (Awh)

BERITA REKOMENDASI