Masuknya Taksi Luar Daerah, Dishub DIY Siap Tindak Tegas

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan DIY segera mengambil tindakan menyikapi masuknya perusahaan taksi luar daerah yang menggandeng salah satu operator taksi lokal DIY. Pasalnya, hal tersebut dipandang sudah meresahkan pengusaha serta pengemudi taksi di DIY.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo usai menerima sejumlah pengusaha taksi argometer didampingi DPD Organda DIY yang juga diikuti Perkumpulan Pengemudi Taksi Argometer Yogyakarta (Perpetayo), Kamis (31/1). 

Menurut Sapto keresahan tersebut bukan tanpa alasan karena dalam kenyataannya di lapangan, branding logo taksi luar daerah tersebut sudah tertera di armada yang beroperasi di jalanan Yogyakarta. "Ada keresahan. Bahwa di Yogyakarta ini sudah ada asosiasi perusahaan taksi yang berada di bawah naungan Organda DIY. Mereka juga sudah membuat kesepakatan yang salah satunya menolak masuknya taksi luar daerah atau bekerjasama dengan mereka untuk beroperasi di DIY. Dan ternyata saat ini ada salah satu anggota asosiasi yang juga ikut menandatangani justru melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sejak 2011 tersebut," ungkap Sigit.

Bahkan Sigit menjelaskan, kesepakatan yang dibuat salah satu perusahaan taksi di Yogyakarta, KSU Pataga dengan perusahaan taksi luar daerah, Blue Bird tanpa mengajukan ijin. Makin meresahkan karena kerjasama tersebut juga sudah dilaunching dan beroperasi di Yogyakarta. "Untuk itu sebenarnya kami sudah melakukan teguran," imbuhnya.

Terkait permasalahan ini, Sigit menjelaskan pihaknya akan segera melakukan tindakan. Termasuk menggandeng sejumlah pihak, seperti perijinan, PPNS hingga kepolisian untuk melakukan verifikasi. Kendati secara umum mengenai adanya logo di lambung kiri dan kanan yang tidak menyalahi aturan merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No 117 Tahun 2018 Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek, tapi berbagai pertimbangan lain juga menjadi faktor penentu.

"Untuk Organda DIY sebagai induk organisasi serta asosiasi perusahaan taksi argometer sudah memberikan sanksi sosial. Kami sendiri akan lakukan verifikasi mendalam. Jika memang benar Pataga tidak dapat melakukan operasional karena sudah dilakukan Blue Bird, kami akan cabut ijin operasionalnya. Tentunya juga melihat fakta lain, seperti apakah masih memiliki pangkalan, operasional di lapangan, atribut dan lainnya. Kalau sudah dicabut, akan kami kembalikan ke Organda untuk diganti dengan perusahaan lokal lainnya," urai Sigit. (Feb)

BERITA REKOMENDASI