Masyarakat Desa Tak Boleh Terjebak ‘Lintah Darat’

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga Dusun Bendungan RT 3 RW 3, Desa Paseban, Kecamatan Bayat Klaten, Sabtu (16/9/2017) menggelar seminar literasi edukasi keuangan. Menggandeng PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) dan Titian Foundation, acara yang dihadiri oleh pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga yang tinggal di Bayat, Klaten ini bertujuan menghindarkan masyarakat desa dari jebakan lintah darat.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2016, diketahui bahwa persentase masyarakat yang  memiliki pengetahuan (well literate) tentang lembaga jasa keuangan hanya sebesar 21,84%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas masyarakat cenderung masih kurang memahami konsep keuangan dan tidak memiliki pengetahuan untuk membuat perencanaan keuangan.

"Akibatnya, di Indonesia marak terjadi transaksi ilegal yang merugikan masyarakat, seperti transaksi peminjaman dana melalui rentenir atau lintah darat. Pasti masyarakat yang dirugikan dengan praktek tersebut," ungkap Zacharia Susantadiredja Corporate Secretary WOM Finance ketika bertemu wartawan di Kotabaru, Yogyakarta Sabtu petang.

Seminar Literasi Edukasi Keuangan di Bayat tersebut mengangkat tema Bijak Memilih Pembiayaan (Pinjaman) dengan pembicara utama Johannes Kasiyadi Priyanto selaku Kepala WOM Finance Cabang Klaten. Johannes Kasiyadi mengatakan seharusnya masyarakat desa khususnya di Bayat mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan.

Tak hanya itu, warga juga diharap punya kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik untuk menaikkan perekonomian keluarga. "Semakin tinggi tingkat literasi edukasi yang kami lakukan maka masyarakat akan memahami manfaat, keamanan produk dan layanan lembaga keuangan sehingga memungkinkan masyarakat akan menggunakan produk dan layanan lembaga keuangan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, diselenggarakan juga Workshop Online Store dengan tema “Membangun Online Store”. Dalam workshop ini disampaikan bahwa melalui online store, pelaku UMKM dapat mempromosikan barang dagangan dan melakukan transaksi jual beli secara online.

"Edukasi ini sangat penting dilakukan mengingat banyaknya masyarakat Desa Bayat yang memiliki berbagai jenis usaha namun terkendala pada sistem pemasaran. Tujuan dari workshop ini adalah agar produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Bayat dapat go nasional dan dikenal oleh masyarakat didaerah lain," pungkas Johanes. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI