Masyarakat Diminta Waspadai Potensi Bencana Musim Penghujan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Wilayah DIY saat ini dinilai sudah memasuki puncak musim hujan. Kondisi cuaca ekstrem diprediksi dapat terjadi hingga Februari mendatang. Pada situasi tersebut potensi bencana juga meningkat sehingga perlu kewaspadaan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya Nur Hidayat, mengungkapkan berdasarkan prakiraan cuaca puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari. “Sehingga meningkatkan potensi berbagai bencana seperti curah hujan ekstrem, angin kencang, banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang,” terangnya.

Kejadian billboard atau papan reklame berukuran besar yang roboh di wilayah Condongcatur Sleman pada Rabu (12/01/2022) lalu juga harus menjadi kewaspadaan. Sebagai bentuk antisipasi pihaknya meminta para pengelola billboard yang ada di Kota Yogya untuk mengecek ulang konstruksi papan reklamenya.

Sama halnya petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya yang selalu rutin memantau kondisi pohon perindang kemudian melakukan pemangkasan agar tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang maupun hujan lebat.

”Saya kira peristiwa baliho tumbang adalah hal yang di luar dugaan, dan kejadian serupa dimungkinkan bisa terjadi di bangunan-bangunan yang memiliki konstruksi hampir sama. Semuanya perlu dicek kembali untuk antisipasi,” imbuh Nur Hidayat.

Selain itu masyarakat yang memiliki rumah dengan genteng yang ringan dan diperkirakan mudah terlepas saat terjadi angin kencang juga tidak luput dari imbauan BPBD Kota Yogya. Sosialisasi dan imbauan terkait kewaspadaan puncak musim hujan dilakukan melalui kelurahan dan kecamatan serta Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang saat ini sudah terbentuk di 130 kampung.

Seluruh KTB pun diminta untuk rutin melakukan pengawasan dan segera melapor apabila menemukan berbagai hal yang berpotensi mengarah pada kejadian bencana, seperti talut yang retak atau pohon yang terlalu rindang. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogya Hari Setyawacana, mengatakan seluruh papan reklame atau billboard yang memiliki izin tentu sudah memenuhi standar konstruksi.

”Untuk papan reklame yang memiliki izin, struktur konstruksinya sudah dinyatakan layak. Tetapi, kami tidak tahu bagaimana kelaikan konstruksi untuk reklame yang tidak berizin,” katanya.

Ia menyebut pengawasan terhadap papan reklame menjadi tugas bersama dari berbagai organisasi perangkat daerah. Sebuah reklame harus mengantongi izin dan penilaian mengenai kelaikan konstruksi menjadi kewenangan Dinas PUPKP. Sedangkan untuk pengawasan di lapangan menjadi kewenangan dari Sat Pol PP, terutama untuk menertibkan baliho yang melanggar perizinan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI