Masyarakat Diminta Waspadai Spekulan Tanah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masyarakat perlu mewaspadai spekulan tanah di kawasan yang terdampak pembangunan Jalan Tol YogyaSolo dan Yogya-Bawen. Bentuk kewaspadaan itu bisa dilakukan dengan tidak mudah terpengaruh tawaran untuk menjual tanah. Supaya masyarakat tidak dirugikan, diminta menunggu sosialisasi soal harga tanah dari tim appraisal.

“Sosialisasi yang dilakukan kepada warga sifatnya umum, jadi belum sampai ke harga tanah. Oleh karena itu, kami meminta warga terdampak tetap mewaspadai adanya spekulan tanah. Saya minta mereka tidak asal menjual tanah demi keuntungan sesaat, lebih baik menunggu informasi harga dari pemerintah setempat atau tim appraisal,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji.

Baca juga :

Mobil Pickup Mundur Sendiri, 'Nyemplung' Sungai Gajah Wong
Empat Wilayah Belum Ditetapkan Sebagai Kecamatan Inklusi

Baskara Aji mengungkapkan, sejumlah antisipasi terus dilakukan. Salah satunya, dengan melakukan sosialisasi secara langsung kepada warga terdampak. Tindakan itu dilakukan, supaya masyarakat bisa mendapatkan informasi detail tentang rencana pembangunan jalan tol. Pembangunan ini, tak sekadar untuk memudahkan akses, tapi diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sosialisasi pembangunan jalan tol terus kami lakukan. Ternyata respons masyarakat, positif, bahkan kami mendapatkan laporan ada peningkatan jumlah warga yang terdampak tol sedang mengurus Sertifikat Hak Milik (SHM),” ujarnya, seraya menyebutkan, sebagian kepemilikan tanah mereka masih tradisional seperti Letter C, girik dan lain-lain.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo tidak memungkiri kemungkinan adanya spekulan tanah di lokasi terdampak pembangunan jalan tol. Kendati demikian, untuk melarang mereka juga bukan sesuatu yang mudah.

Dengan demikian, yang bisa dilakukan adalah meminta masyarakat bersikap bijak, sedangkan bagi spekulan sebaiknya lebih menggunakan hati dan tidak mempengaruhi warga, agar situasi tetap kondusif. (Ria)

BERITA REKOMENDASI