Masyarakat Jangan Stigma Negatif, Penderita Covid-19 Harus Jujur

Apabila ada semangat saling mendukung, Berty percaya akan muncul kejujuran pasien yang akan banyak berpengaruh pada mata rantai penyebaran virus tersebut. Keterbukaan pasien menurut Berty sangat diperlukan di masa pandemi seperti ini. Pemaparan detail riwayat pasien sebagai modal tracing dinas kesehatan juga sangat dibutuhkan.

“Kejujuran pasien sangat dibutuhkan disamping untuk keselamatan bersama, bukan hanya pada tenaga medis, tetapi lingkungan sekitar, kontak eratnya, akan dapat segera dilakukan pencegahan dan penanganan agar memutus mata rantai penularan. Riwayat terpapar ini sangat penting kita diketahui, selain untuk menetapkan diagnosis, mecegah penukaran juga informasi yang akurat dapat dipakai sebagai petunjuk tracing kontaknya,” pungkas Berty.

Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan menyampaikan harapan serupa. Ia menilai stigma negatif masyarakat pada penderita Covid-19 membuat mereka enggan terbuka dan justru tidak jujur.

“Kami juga berharap tidak ada stigma negatif dari masyarakat agar para penderita Covid ini jujur. Ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” ungkap Banu.

Seperti diberitakan sebelumnya, 53 tenaga kesehatan RSUP Dr Sardjito dipastikan negatif Covid-19 setelah muncul hasil uji usap tenggorok hari ini. Mereka terpaksa melaksanakan uji karena adanya keluarga pasien yang tak jujur atas kondisi yang dialami. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI