Masyarakat Madani DIY Ingatkan ‘Penumpang Gelap’ di Aksi Mahasiswa Niat Gagalkan Pelantikan Jokowi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Forum Masyarakat Madani DIY Jumat (27/9/2019) petang menyatakan diri terbentuk dan siap mengawal Jokowi hingga dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang. Masyarakat Madani yang mengklaim berasal dari berbagai kalangan masyarakat di DIY inipun mengingatkan adanya penumpang gelap yang diduga menunggangi aksi-aksi unjukrasa mahasiswa dan masyarakat selama beberapa waktu terakhir. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka

“Sekarang kami menyatakan siap melawan, adik-adik mahasiswa sangat baik kemarin seperti aksi GejayanMemanggil melakukan aksi sebagai bagian dari demokrasi. Tapi dari berbagai informasi yang kami dapat, ada penumpang gelap yang mungkin tidak mereka sadari. Ada kelompok-kelompok yang ingin membuat kacau,” ungkap Nana J Sekretaris Forum Masyarakat Madani DIY. 

Masyarakat Madani DIY menyatakan akan dengan tegas melawan kelompok-kelompok yang berusaha mengacaukan pelantikan Jokowi-Maruf Amin pada 20 Oktober nanti. Mereka pun mulai menyusun strategi untuk mengantisipasi langkah-langkah strategis yang dilakukan kelompok tersebut. 

“Kita tahu lah kelompok mana itu, ya kami ingatkan mereka jangan main-main di Yogyakarta, karena sekarang masyarakat sudah tahu dan akan melawan. Sekali lagi, ini berbeda dari aksi mahasiswa kemarin yang murni ingin menyampaikan aspirasi ketidakpuasan pada Rancangan Undang-Undang yang disahkan DPR. Kami menghormati mahasiswa namun tidak dengan penumpang gelapnya,” sambung dia. 

Bambang Praswanto, Ketua Forum Masyarakat Madani DIY menambahkan forum tersebut dibuat untuk mengawal Jokowi hingga pelantikan dan nanti setelahnya. Bambang menilai, saat ini saluran demokrasi sudah seluruhnya dibuka pemerintah, yang mana seharusnya cukup membuat masyarakat menyadari tata cara menyatakan pendapat. 

“Adanya demo kemarin, presiden merespon dan kemungkinan akan meninjau UU KPK yang sudah diputuskan. Apakah langkahnya buat perppu ataukah menyerahkan ke MK. Tapi saluran demokrasi terbuka semuanya. Tolak RUU kok sampai turunkan Jokowi kan ini narasinya sudah melenceng. Ini yang ingin kita antisipasi. Inputnya salah maka outputnya salah. Ini jadi perhatian kita agar demokrasi kita semakin sehat,” sambung Bambang. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Bagikan 3.800 Sertifikat di Purworejo

Berbagai cara menurut Bambang akan ditempuh masyarakat Madani DIY diantaranya melalui diplomasi budaya, sosial media hingga turun ke akar rumput. “Kami akan antisipasi, carannya sudah kami siapkan yang jelas tetap menjaga Keistimewaan Jogja dengan Damai untuk kemajuan NKRI, dan bahwa Kami siap bergandengan dan sinergis dengan semua elemen untuk melakukan segala daya upaya mewujudkannya,” tandas Bambang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI