Masyarakat Pencari Layanan Publik di DIY Rentan Jadi Korban Maladminstrasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Ombudsman RI DIY Rabu (6/12/2017) merilis hasil survei kepatuhan pemerintah daerah dan kabupaten terhadap pemenuhan standar pelayanan publik di DIY. Hasilnya, dari lima pemda yang disurvei yakni Pemda DIY, Pemkab Gunungkidul, Pemkab Sleman, Pemkab Kulonprogo dan Pemkab Bantul tidak ada satupun yang mencapai nilai kepatuhan tinggi (zona hijau).

Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY Budi Masturi mengatakan hasil survei tersebut merupakan salah satu indikator kinerja oleh Kementrian PAN-RB selain audit BPK dan persepsi korupsi KPK. Menurut dia, pemkab dan pemda di DIY yang dilakukan survei tahun 2017 ini seluruhnya hanya berada di zona kuning atau kepatuhan sedang.

“Pemda DIY nilainya 71,15 untuk Bantul 66,67, sementara Sleman 67,33, Kulonprogo 74,26 dan Gunungkidul 69,48. Tidak ada satupun mencapai penilaian tinggi (zona hijau) termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) DIY,” ungkapnya.

Survei Ombudsman tersebut menurut Budi memuat komponen standar pelayanan diantaranya aspek fasilitas difabel, sarana pengukuran kepuasan pelanggan hingga penyampaian informasi cepat dan transparan termasuk biaya pelayanan. Hasil survei tersebut sangat mungkin membawa implikasi bagi masyarakat khususnya yang sedang mencari layanan publik.

“Ketika standar informasi layanan tidak tersedia cukup, maka dampak buruknya masyarakat pencari layanan bisa menjadi korban maladministrasi,” sambungnya.

Sementara terkait tidak disurveinya Kota Yogyakarta oleh Ombudsman RI, menurut Budi hal tersebut didasarkan pada raihan tahun 2016 lalu. Tahun lalu Pemkot Yogyakarta mampu meraih tingkat kepatuhan tinggi (zona hijau).

Ombudsman RI DIY pun berharap kepala daerah untuk segera melakukan pemenuhan standar pelayanan publik setelah adanya hasil survei tersebut. “Misalnya saja bisa memberi apresiasi dan reward kepada OPD yang berhasil mendapatkan tingkat kepatuhan tinggi (hijau), dan dan menegur keras OPD yang nilai kepatuhannya rendah agar meningkatkannya,” pungkas Budi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI