Masyarakat Tak Perlu Khawatir Ikuti Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang kelak akan menyasar semua kalangan. Sejauh ini selama proses vaksinasi tahap pertama Dinas Kesehatan Kota Yogya tidak menerima adanya laporan efek samping berat bagi yang telah disuntik hingga dua kali.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan kesuksesan vaksinasi yang telah menyasar tenaga kesehatan (nakes) diharapkan mampu menjadi modal besar dalam melanjutkan sasaran selanjutnya. “Semua lapisan masyarakat pada saatnya nanti akan mendapatkan kesempatan untuk divaksin. Jadi tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas salah satunya karena menyesuaikan ketersediaan vaksin. Progres di Kota Yogya pun ternyata lebih cepat dari tata kala pemerintah pusat. Dengan begitu, harapannya Kota Yogya bisa memperoleh vaksin lebih awal dari pemerintah pusat.

Heroe menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah menyiapkan rencana vaksinasi massal pada awal Maret mendatang. Terutama yang ditujukan bagi para pelaku di sepanjang Tugu hingga Kraton. Totalnya tidak kurang dari 20.000 orang yang digelar di tiga tempat yakni Taman Parkir Abu Bakar Ali, Pasar Beringharjo dan Beteng Vredeburg.

“Tambahan vaksin untuk gelombang kedua sudah sampai di DIY. Tiap vaksin juga ada nomor registernya untuk tiap Nomor Induk Kependudukan (NIK). Mereka yang sudah masuk jadwal divaksin, akan ada pemberitahuan,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya Emma Rahmi Aryani menjelaskan pihaknya menggencarkan sosialisasi terkait vaksinasi Covid19 dan mengajak masyarakat untuk tidak takut mengikuti program tersebut yang nantinya akan menjangkau seluruh masyarakat. “Tiap hari kami melakukan sosialisasi dengan mobil promosi kesehatan keliling kota untuk mengajak masyarakat menaati protokol kesehatan sembari sosialisasi vaksinasi,” jelasnya.

Vaksinasi tahap pertama yang menyasar tenaga kesehatan diharapkan bisa selesai akhir bulan ini. Berdasarkan hasil evaluasi, tidak ditemukan adanya efek samping berat yang dialami tenaga kesehatan yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Laporan yang masuk kejadian ikutan pascaimunisasi di antaranya demam, lokasi sekitar suntikan bengkak dan merah, pusing, meriang, lapar, mengantuk, dan mual.

Emma menyebut laporan efek samping atau kejadian ikutan pascaimunisasi tersebut masih masuk dalam kategori ringan dan wajar. Efek samping yang dirasakan tenaga kesehatan juga muncul dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Bahkan ada yang sama sekali tidak merasakan gejala apa pun.

“Saya pada penyuntikan pertama sama sekali tidak merasakan apa-apa. Tapi setelah suntikan kedua, sempat merasa cepat mengantuk. Itu saja,” katanya.

Sedangkan tahapan vaksinasi selanjutnya pada gelombang kedua akan ditujukan untuk pelayan publik, lansia, ASN, TNI, kepolisian, termasuk pedagang. Total data yang sudah diterima Dinas Kesehatan Kota Yogya dan diajukan ke Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan mencapai sekitar 37.000 orang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogya Yunianto Dwi Sutono, sebelumnya mengatakan sudah menyampaikan data pedagang di seluruh pasar tradisional untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Totalnya mencapai 17.000 pedagang.

“Pedagang di Pasar Beringharjo sekitar 8.000 orang kami harap diprioritaskan menjadi penerima vaksin, karena pasar memiliki konsumen wisatawan yang berasal dari berbagai daerah,” terangnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI