‘Mata Indah Bola Pingpong’ Iringi Pemakaman Mbah Sujud

YOGYA, KRJOGJA.com – Mata indah bola pingpong, ono bocah ketiban dondong. Kutipan lirik nyeleneh ini terdengar bersamaan dengan tabuhan kendang setelah peti jenazah almarhum Sujud Sutrisno diberangkatkan dari rumah duka kawasan Badran menuju Makam Tompeyan, Selasa (16/1/2018). 

Suasana haru seketika berubah, seolah semua rekan pelayat teringat saat sang seniman jalanan sedang berkeliling kampung memainkan kendang andalannya. Namun kali ini sosok Djaduk Feriyanto lah yang menabuh kendang milik Sujud tersebut. Pelawak Wisben dan beberapa kerabat menyanyikan lirik-lirik jenaka lagu Sujud sembari mendorong keranda tempat peti jenazah diletakkan.

Pemandangan pemberangkatan jenazah tak biasa ini menurut Djaduk mungkin menjadi persembahan terakhir rekan dan sahabat untuk almarhum Sujud yang akan dimakamkan siang hari ini. Sekaligus menurut dia mengungkapkan bahwa sosok Sujud merupakan seorang seniman sejati yang konsisten berkesenian hingga ajal menjemput. 

“Kalau diibaratkan kita semua itu ngamen, baik itu wartawan, politisi maupun seniman itu semua ngamen. Namun, bedanya Pak Sujud ini konsisten sejak akhir tahun 60-an hingga ajal menjemput,” ungkap Djaduk. 

Dalam prosesi pemberangkatan jenazah itu pula diketahui bawasanya dua buah kendang dan topi yang biasa digunakan almarhum saat berkesenian diberikan untuk Djaduk Feriyanto. Keluarga memberikan perlengkapan bersejarah Sujud tersebut untuk dirawat salah satu seniman yang diketahui sempat memberikan penghargaan bagi almarhum. 

"Keluarga mempercayakan kendang bersejarah Pak Sujud pada saya, dan ini adalah sebuah hal istimewa untuk saya. Alat-alat ini sangat bersejarah bagi Pak Sujud yang membuat kehidupannya terus berlanjut dan tentunya ini sebuah amanah bagi saya," lanjut Djaduk. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI