Mau PTKM Tak Diperpanjang?, Ini yang Harus Dilaksanakan

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang diharapkan bisa menekan kasus positif, tidak bisa dipungkiri telah menimbulkan persoalan bagi sektor pariwisata. Karena sejak dilakukannya kebijakan PTKM, masyarakat merasa khawatir dan memilih untuk mengurangi aktivitas. Dampaknya pendapatan pengelola hotel, restoran dan industri pariwisata lain mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan beberapa di antara terancam gulung tikar.

“Dampak dari kebijakan PTKM selain pada sektor perekonomian juga pariwisata. Karena sejak kebijakan tersebut dilakukan eventevent di hotel maupun fasilitas publik secara otomatis berkurang. Begitu pula dengan jam operasional di restoran juga dibatasi. Meski begitu untuk menekan kasus positif kebijakan PTKM harus dilaksanakan dengan sebaikbaiknya,” kata Pengamat pariwisata sekaligus Direktur Akademi Pariwisata Stipary Suharto SE MPar di Yogyakarta, Rabu (3/2).

Dikatakan, supaya kebijakan PTKM tidak diperpanjang dan penambahan kasus bisa ditekan, penegakkan Prokes harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasalnya jika mereka tidak mau mengabaikan Prokes akan rugi sendiri, karena ada kemungkinan PTKM akan diperpanjang. Apabila hal itu sampai terjadi dan terus menerus diperpanjang, pengusaha hotel dan restauran banyak yang dirugikan. Padahal di DIY banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.

“Kalau PTKM berkepanjangan, hotel dan restauran tidak akan bisa beroperasi secara normal. Kondisi itu bisa berdampak pada pengurangan tenaga kerja sehingga sektor ekonomi akan terganggu. Supaya hal itu tidak terjadi kami berharap masyarakat untuk patuh, tertib dan disiplin terhadap penegakkan Prokes,”terangnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI