Mbah Ledjar Diidolakan di Luar Negeri dan Terima Penghargaan Sultan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kabar duka menyelimuti jagat seniman Yogyakarta dan dunia, setelah salah satu maestro wayang kancil Ledjar Soebroto (79) tutup usia, Sabtu (23/9/2017) siang pukul 11.55 WIB di rumah sakit Panti Rapih. Mbah Ledjar meninggal di usia 79 tahun karena sakit dilatarbelakangi faktor usia. 

Lestari (56), keponakan yang menemani selama dua tahun terakhir pasca kepergian sang istri mengatakan sebelum dibawa ke rumah sakit, Mbah Ledjar sempat tak mau makan dan minum sejak pagi hari. Namun, Jumat (22/9/2017) malam almarhum sempat makan hingga tiga kali dan terlihat sangat lahap. 

“Semalam masih makan tapi mulai pagi tadi (Sabtu) sudah tak mau makan dan nafasnya mulai tersengal. Akhirnya kami bawa ke rumah sakit dan ternyata Tuhan berkehendak lain, meninggal pukul 11.55 WIB,” ungkapnya. 

Sosok Mbah Ledjar sendiri sangat dikenal bahkan hingga keluar negeri. Ia sempat menampilkan wayang Kancil di beberapa negara seperti Belanda, Jerman dan Amerika Serikat. 

Beberapa penghargaan tersemat padanya seperti dari Sri Sultan HB X atas partisipasi sebagai dalang senior wayang kancil dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup pada tahun 2010 dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pelestari wayang kancil pada 2016. Terakhir kali Mbah Ledjar pentas di Kulonprogo bulan Juli 2017 dan sempat juga menggarap pesanan wayang kancil dari Semarang.

Mbah Ledjar sendiri tidak memiliki putra sementara sang istri, Karjiyah terlebih dahulu meninggal dunia dua tahun silam. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Mataram 130 Suryatmajan Danurejan Kota Yogyakarta dan dimakamkan Minggu (24/9/2017) di Makam Pakuncen pukul 10.00 WIB. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI