Mbah Topo ‘Perpus’, Purnawirawan TNI yang Jadi Penarik Becak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Siapa sangka penarik becak inspiratif Sutopo (70) yang akrab disapa Mbah Topo dahulunya merupakan tentara Angkatan Darat (AD) yang berpangkat terakhir Kapten. Seusai pensiun dari kesatuannya di Kodim 0734 Yogyakarta tahun 2003 lalu, Mbah Topo lantas memilih profesi sebagai penarik becak meski sempat mendapat tentangan dari tiga anaknya.

Kepada KRJOGJA.com saat bebincang santai di Jalan Bumijo, Rabu (12/07/2017) siang, warga Cokrokusuman Cokrodiningratan Jetis Kota Yogyakarta menceritakan bahwa pada awalnya ketiga anaknya tak setuju ia memilih menjadi penarik becak setelah pensiun sebagai tentara. Uang pensiun yang cukup lumayan sebagai PNS ditambah tiga anak yang telah mapan membuat keluarga merasa profesi penarik becak tak perlu dipilih.

Baca juga :

Mbah Topo Sulap Becak Jadi Perpustakaan Berjalan

Mbah Topo Tak Pernah Pasang Tarif Antarkan Penumpang

Namun, alih-alih mengikuti anjuran anak, Mbah Topo malah nekat membeli becak dan menjadi penarik becak tepat di tahun 2004. "Kata anak-anak saya tidak usah, bersantai saja di rumah menikmati masa tua. Tapi saya tidak mau karena kalau saya hanya diam saja yang datang hanya penyakit, teman-teman saya yang lain sudah merasakan itu," ungkapnya penuh keyakinan.

Keyakinan inilah yang kemudian membawa Mbah Topo sebagai salah satu inspirasi masyarakat meski di usia yang sudah kepala tujuh. Berawal dari 10 buku pemberian penumpang, becak sederhana berwarna biru kini berubah menjadi perpus becak yang membagikan pengetahuan pada penumpang maupun sesama penarik becak.

"Sejak SMP memang saya suka membaca, pas diberi buku penumpang saya dari Tarakanita itu saya lalu buat rak dan ternyata malah membuat becak saya lain dari yang lain. Kemarin diberi uang oleh Dinas Perhuhungan DIY ya saya belikan buku lagi sebagian untuk menambah koleksi, biar lebih banyak bacaan di becak saya," lanjutnya.

Kini, perlahan anak-anak Mbah Topo tak lagi mempermasalahkan profesinya sebagai penarik becak lantaran di usia 70 tahun, kesehatan ayahnya tersebut tetap terjaga. "Saya lari 30 menit setiap hari masih kuat, kalau saya di rumah saja mungkin malah sakit yang datang, berpikir positif sembari mencari nafkah mengantar penumpang, berapapun tetap disyukuri dapat sehat," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI